PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Kholilurrahman mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai strategi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.
“Kita harus mengurangi ketergantungan dengan pusat. Salah satunya dengan mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah,” kata Kholilurrahman, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, dibutuhkan terobosan agar Pamekasan memiliki sumber pendapatan yang lebih mandiri.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama yang akan dikembangkan. Destinasi wisata yang ada, kata dia, perlu dikemas lebih baik agar mampu menarik kunjungan wisatawan.
Salah satu yang mulai dibenahi adalah Pantai Jumiang yang terletak di Desa Tanjung,Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Ia memberitahukan, dalam sebulan terakhir, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.
Kholilurrahman menuturkan, pembenahan itu akan terus dilanjutkan agar Jumiang menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Pamekasan.
“Jumiang ini akan terus kita benahi sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung ke Pamekasan,” ujarnya.
Selain Jumiang, potensi wisata lain juga terdapat di kawasan Desa Pandan, Kecamatan Galis. Lokasi ini dikenal dengan sebutan “Wisata Capak” yang memiliki view tambak yang bagus, terutama saat matahari terbenam.
Namun, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi kendala sosial di tingkat lokal. Kholilurrahman mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi dialog agar persoalan yang ada bisa diselesaikan.
“Memang ada dinamika antara tokoh dan masyarakat. Nanti akan kita fasilitasi agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” kata dia.
Tak hanya pariwisata alam, pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
Salah satunya melalui rencana penyelenggaraan “Gebyar Batik” pada 2026. Program ini diharapkan memperkuat identitas Pamekasan sebagai kabupaten/kota batik sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Kholilurrahman mengaku saat ini tengah mencari figur yang mampu memimpin paguyuban batik dengan visi kolektif.
“Kita butuh figur yang punya visi bersama, tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memajukan batik Pamekasan secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Kalau sektor ini bergerak, maka ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” pungkas Kholilurrahman.













