PAMEKASAN,MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai menyiapkan langkah efisiensi di tengah isu krisis energi, termasuk mengkaji penerapan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA).
Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dalam apel dan halal bihalal Idul Fitri 1447 H di Lapangan Nagara Bhakti, Senin (30/3/2026).
“Model efisiensi sedang kami godok, apakah WFH, WFA atau model lainnya. Sebelum diumumkan secara resmi,” ujar Kholilurrahman.
Selain skema kerja fleksibel, bupati juga meminta aparatur sipil negara (ASN) mulai mengubah pola kerja yang lebih hemat energi. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari.
Ia mendorong pemanfaatan sepeda sebagai alternatif mobilitas, sekaligus bagian dari upaya mendukung penghematan energi.
Di sisi lain, lanjut dia, penggunaan teknologi informasi juga diminta dioptimalkan, terutama dalam kegiatan pemerintahan seperti rapat daring.
“Pemanfaatan teknologi harus dimaksimalkan agar efisien tanpa mengurangi kinerja,” katanya.
Kholilurrahman juga menegaskan pentingnya mengurangi kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat. Sebaliknya, anggaran dan energi diarahkan pada program yang lebih substantif.
Kebijakan efisiensi ini, kata dia, harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Momentum pasca libur Idul Fitri dinilai menjadi titik awal untuk memperkuat kinerja birokrasi.
“Kita fokuskan kembali pelayanan. Dengan semangat baru, kita dorong inovasi agar pelayanan semakin optimal,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah memperkuat sinergi dan kolaborasi agar kebijakan efisiensi tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.













