• Terkini
  • Trending
  • Semua
328 Orang Suspek Campak di Pamekasan

328 Orang Suspek Campak di Pamekasan

1 tahun lalu

Perubahan APBD Pamekasan 2026 Fokus Jalan, Jembatan, dan Layanan Kesehatan

23 jam lalu

3 Tim Peneliti UIN Madura Lolos Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026

1 hari lalu

Santri PP SABAR Pamekasan Bakal Studi ke China Dalami Kemajuan Teknologi

1 hari lalu

Serapan Garam Pamekasan Baru 54 Persen, Stok 9.310 Ton Masih Tersimpan

2 hari lalu

MTQ XXXII Pamekasan Resmi Dibuka, Bupati: Al-Qur’an Harus Hadir dalam Kehidupan

2 hari lalu

Sepak Bola Bupati Cup Pamekasan Siap Digelar 30 September

3 hari lalu

P-APBD Pamekasan 2026: Pendapatan Naik Rp 63,8 Miliar, Defisit Tinggal 48 Persen

3 hari lalu

Haji Her Serap Garam Petani Madura

3 hari lalu

MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning Reformulasi Kurikulum

4 hari lalu

Petani Garam Pamekasan Tahan Stok, Harga Diprediksi Naik Menjelang Akhir Musim

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Minta 103 Pejabat Baru Tak Sekadar Ganti Posisi, tetapi Ubah Cara Kerja

5 hari lalu

Mutasi Gelombang III Bupati Pamekasan Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, September 24, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

328 Orang Suspek Campak di Pamekasan

73 persen pasien belum pernah imunisasi

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 September 2025
in Kesehatan
17 1
0
328 Orang Suspek Campak di Pamekasan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Syaifuddin bersama dengan Menteri Kesehatan (Berkemeja putih).

0
SHARES
179
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Wabah campak kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Hingga 31 Agustus 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat 328 kasus suspek campak, dengan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan 160 kasus positif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Saifudin menyebutkan, dari jumlah tersebut, enam balita meninggal dunia. Mereka berasal dari Kecamatan Pasean, Panaguan, Tlanakan, dan Kowel. Mayoritas korban berusia di bawah lima tahun.

“Campak adalah penyakit yang sangat menular. Penularannya bisa hanya melalui batuk atau bersin. Karena itu, tanpa perlindungan imunisasi, anak-anak sangat rentan terkena,” kata Saifudin, saat dihubungi, Selasa (2/9/2025).

Data kurva epidemiologi yang disampaikan oleh Kadinkes Pamekasan menunjukkan lonjakan kasus signifikan, pada minggu ke 35 (24–30 Agustus), dengan penambahan lebih dari 60 kasus dalam sepekan. Wilayah kerja Puskesmas Panaguan mencatat 29 kasus positif, sementara Kecamatan Proppo menjadi episentrum dengan total 40 kasus.

Sebaran kasus meluas ke sedikitnya 12 desa dengan status kejadian luar biasa (KLB), termasuk Batukalangan, Bugih, Dasok, Gladak Anyar, Jambringin, Jarin, Kramat, Panaguan, dan Polagan.

Investigasi Dinas kesehatan (Dinkes) menemukan fakta mencemaskan, 73 persen pasien campak sama sekali belum pernah diimunisasi. Hanya 14 persen yang memiliki imunisasi lengkap.

Tren cakupan imunisasi campak rubella di Pamekasan juga terus menurun. Dari 85 persen pada 2020, kini tinggal 50,57 persen per Juli 2025. Artinya, hampir separuh anak di kabupaten ini hidup tanpa perlindungan vaksin.

“Ini persoalan serius. Rendahnya cakupan imunisasi menjadi penyebab utama meningkatnya kasus campak,” ujar Saifudin.

Distribusi usia pasien, tambah Kadinkes, menunjukkan mayoritas penderita adalah anak balita usia 1–4 tahun dengan 105 kasus. Disusul kelompok usia 5–9 tahun (28 kasus), bayi di bawah 1 tahun (12 kasus), serta 15 kasus pada anak di atas 10 tahun dan dewasa.

“Sebagian pasien kini dirawat di rumah sakit. Sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. Seluruh pasien sudah mendapat Vitamin A,“ jelas Saifudin.

Dinkes Pamekasan telah menetapkan langkah darurat berupa Outbreak Response Immunization (ORI) dengan target 5.016 anak usia 9–59 bulan. Namun, dari usulan 650 vial vaksin, baru 200 vial yang diterima dari provinsi.

Selain itu, petugas lapangan diperintahkan melakukan investigasi epidemiologi setiap kasus dalam 2×24 jam, isolasi pasien, pengambilan sampel darah dan urine untuk laboratorium, serta penguatan surveilans berbasis masyarakat.

“Kami sedang mengejar cakupan imunisasi darurat, tapi pasokan vaksin masih jauh dari kebutuhan. Dukungan dari provinsi dan pusat sangat diharapkan,” kata Saifudin.

Pihaknya menegaskan, campak bukan sekadar penyakit dengan bintik merah di kulit. Dalam kasus berat, ia bisa merusak paru-paru, otak, bahkan menyebabkan kematian. Enam balita yang meninggal menjadi bukti nyata bahwa kelalaian imunisasi berakibat fatal.

Tags: CampakDinkesimunisasiKabupaten Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version