• Terkini
  • Trending
  • Semua
Ratusan Warga Unjuk Rasa Pelecehan Pahlawan Nasional dan Pendiri NU

Ratusan Warga Unjuk Rasa Pelecehan Pahlawan Nasional dan Pendiri NU

3 tahun lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

15 jam lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

22 jam lalu

Pemkab Pamekasan Susun Strategi Menuju UHC Prioritas 2027

23 jam lalu

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

1 hari lalu

IBS PKMKK Gelar Manasik Haji untuk Bangun Kesadaran Spiritual Santri

2 hari lalu

Mendikdasmen Sebut Rekor MURI di Pamekasan Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Bermutu

2 hari lalu

Bolak-Balik Bupati Pamekasan Tinjau Persiapan Puncak Hardiknas 2026 Hingga Malam

3 hari lalu
Pameran Museum Temporer se-Madura Usung Tema “The Colonial”

Bupati Pamekasan Akan Isi Kekosongan Kepala Sekolah Usai Puncak Hardiknas

3 hari lalu

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

3 hari lalu
Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

4 hari lalu

Pemkab Pamekasan Gotong Royong Bersihkan Stadion Pamelingan Jelang Puncak Hardiknas 2026

4 hari lalu

Bus Tabrak Pemotor hingga Tewas Supir Bus Melarikan Diri

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Mei 26, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Ratusan Warga Unjuk Rasa Pelecehan Pahlawan Nasional dan Pendiri NU

Khotbah Jumat Yazir berisi tentang pengingkaran KH. Hasyim Asy'ari terhadap perayaan Maulid Nabi

oleh Ahmad Hidayat
31 Januari 2023
in Hukum, Peristiwa
65 1
0
Ratusan Warga Unjuk Rasa Pelecehan Pahlawan Nasional dan Pendiri NU
0
SHARES
661
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Ratusan warga yang mengatasnamakan Aswaja Pamekasan, menggelar unjuk rasa di depan kantor Polres Pamekasan, Senin (30/1/2023). Unjuk rasa berkaitan dengan pelecehan dan fitnah yang disampaikan Yazir dalam khotbah Jumat di masjid Usman bin Affan Desa Nyalabu Laok, Kecamatan Pamekasan.

Massa bergerak mulai dari depan rumah dinas Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin di Jalan Jokotole menuju Mapolres Pamekasan di Jalan Stadion. Saat tiba di simpang 3 jalan Stadion dan Jalan Kesehatan, massa diadang barikade polwan dan Sabhara. Namun massa merangsek dan menerobos barikade tersebut hingga tiba di depan Mapolres tanpa kericuhan.

Kordinator aksi, Muhlis Nasir mengatakan, Polres Pamekasan harus segera menangkap Yazir karena penghinaan dan pencemaran melalui cermahnya di depan umum di masjid Usman bin Affan. Jika tidak ditangkap, maka massa akan melakukan tindakan hukum sendiri.

“Karena kami sadar hukum, maka kami laporkan Yazid. Tapi kalau Yazid tidak ditangkap, maka jangan salahkan jika masyarakat bertindak sendiri,” kata Muhlis Nasir.

Orator aksi, Taufiq Khafi mengungkapkan, pelecehan yang dilakukan Yazir bukan hanya terhadap sosok Kiai Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU, namun juga terhadap pahlawan nasional. Jika pelecehan itu tidak ditindak tegas secara hukum, maka martabat bangsa dan hukum telah dihinakan oleh Yazir.

“Kalau darah umat dan polisi tidak ikut mendidih atas tindakan Yazir, maka sama saja mendukung dan membenarkan tindakan penghinaan dan pelecehan Yazir,” terang Taufiq.

Pria yang juga Wakil Ketua PCNU Pamekasan ini mengungkapkan, tindakan Yazid berakar dari Wahabisme yang membahayakan bagi umat Islam. Wahabisme di Pamekasan sudah menggunakan masjid sebagai tempat propaganda ajaran kebencian dan fitnah atas ajaran umat Islam lainnya.

“Wahabisme harus dilawan bersama-sama. Dilarang keras mesra dengan mereka karena mereka nyata-nyata mengajarkan kebencian dan propaganda menggunakan tempat ibadah,” ungkap Taufiq.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan Satria Permana mengatakan, tindak lanjut laporan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 saksi. Bahkan ahli bahasa sudah dimintai keterangan untuk tambahan penyelidikan.

“Terlapor sudah ada di Polres Pamekasan. Perkembangan kasus ini sudah penyelidikan. Kami minta waktu karena prosesnya masih terus berjalan,” kata Satria di hadapan massa.

Satria juga menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor.

Aksi kali ini merupakan lanjutan aksi sebelumnya di depan masjid Usman bin Affan di Nyalabu Laok Rabu (25/1/2023). Di masjid tersebut, Yazir menyampaikan khotbah bahwa pendiri NU dan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Hasyim Asy’ari mengingkari perayaan Maulid Nabi Muhammad. Yazid mengutip secara serampangan kitab Tanbihat al Wajibat karangan KH. Hasyim Asy’ari.

Selain itu, ajaran itu dengan sengaja ditutup-tutupi oleh ulama-ulama sehingga umat Islam tertipu.

Tags: 1 Abad NUAswaja PamekasanHadratus SyaikhKH. Hasyim Asy'ariMasjid Usman bin AffanNahdlatul UlamaPahlawan NasionalPamekasanPenutupan MasjidWahabismeYazir
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Hidayat

Ahmad Hidayat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version