PAMEKASAN, MADURANET – Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Wijaya, Brigjen TNI Kohir, menempatkan Madura sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus sejak dirinya menjabat.
Kohir menilai Madura, memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui kolaborasi TNI dengan pemerintah daerah.
Hal itu dia sampaikan saat bersilaturahmi dengan Bupati Pamekasan Kholilurrahman dan jajaran Forkopimda di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Sabtu (3/10/2026).
“Ketika kami mendapatkan amanah sebagai Komandan Korem 084/Bhaskara Wijaya, kami lapor kepada Panglima, izin Panglima, ketika kami nanti setelah dilantik, maka izinkan saya untuk menomorsatukan Madura dulu,” kata Kohir.
Menurut dia, keputusan tersebut didasari potensi dan sejumlah rencana pembangunan strategis, yang akan berlangsung di Madura. Ia bahkan memprediksi perkembangan tersebut akan menjadi perhatian publik dalam skala lebih luas.
“Saya melihat beberapa rencana-rencana ke depan, Madura ini akan menjadi sebuah tontonan bagi publik secara nasional, bahkan mungkin internasional. Karena beberapa perencanaan-perencanaan strategis akan dilakukan pembangunan di wilayah Madura,” ujarnya.
Kohir mengatakan, potensi tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. Korem 084/Bhaskara Wijaya, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga memiliki peran pembinaan wilayah untuk mendukung kondisi yang memungkinkan pembangunan daerah berjalan.
“Kami melihat banyak potensi di Madura ini yang perlu mendapatkan sentuhan-sentuhan dari kami, TNI, untuk membantu pemerintah daerah, dalam rangka percepatan-percepatan seperti Pak Bupati sampaikan, lompatan-lompatan yang harus kita capai,” kata Kohir.
Dalam konteks itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pembangunan daerah dapat didukung dari sisi pembinaan wilayah dan pertahanan.
“Kita perlu melakukan sinergisitas, kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan yang ada,” ujarnya.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyambut komitmen tersebut. Ia mengatakan pemerintah daerah membutuhkan sinergi yang kokoh dengan TNI dan Polri untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
“Saya berharap ke depan adanya sinergi yang kokoh antara kami di Pemerintah Kabupaten Pamekasan, kemudian dengan TNI, dengan Polri, dan kekuatan-kekuatan yang lain,” kata Kholilurrahman.
Kholilurrahman menilai sinergi lintas institusi dapat membuka peluang bagi Pamekasan untuk melakukan akselerasi pembangunan. Ia juga berharap, berbagai program dari pemerintah pusat maupun institusi terkait, dapat masuk dan melengkapi kebutuhan pembangunan daerah.
“Saya berkeyakinan ketika sinergi antar kita kuat, saya yakin bahwa akselerasi pembangunan akan bisa dilaksanakan dengan sempurna,” ujarnya.
Ia menyebut Pamekasan memiliki posisi strategis di Madura. “Pamekasan adalah keresidenan, maka dengan demikian bisa dikatakan bahwa Pamekasan ini merupakan jantung Pulau Madura,” kata Kholilurrahman.
Kholilurrahman juga mengakui pembangunan infrastruktur di Pamekasan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama akses jalan. Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat mendorong percepatan pembangunan yang lebih merata.
“Mohon maaf manakala infrastruktur di Kabupaten Pamekasan, sarana dan prasarana tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, terutama infrastruktur jalan yang masih banyak yang belum terjangkau,” ujarnya.
Salah satu bentuk kolaborasi yang disebut Kholilurrahman adalah program bersama untuk menjaga lingkungan, termasuk kegiatan bersih-bersih pantai. Menurut dia, kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI dan Forkopimda menjadi bagian dari upaya mengawal pembangunan Pamekasan.
“Saya bersama dengan TNI, bersama dengan Forkopimda yang lain bisa two in one dalam rangka mengawal pembangunan Pamekasan,” pungkas dia.
