PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Sebanyak enam truk tangki air bersih disalurkan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, penyaluran air bersih tersebut bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu. Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sejumlah instansi terkait akan melakukan penyaluran secara rutin setiap bulan.
“Jadi, setiap bulan BPBD bekerja sama dengan beberapa instansi terkait untuk mengantisipasi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kemudian kekurangan air yang dibutuhkan masyarakat setiap harinya,” kata Kholilurrahman.
Sementara itu, Kepala BPBD Pamekasan menyampaikan bahwa terdapat 281 dusun di 82 desa yang menjadi sasaran penanganan kekeringan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 dusun masuk kategori kering kritis, sedangkan sisanya masuk kategori kering langka.
Menurut dia, bantuan air bersih sebelumnya juga telah disalurkan secara bertahap. Penyaluran dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disusun agar distribusi air dapat merata ke setiap desa dan dusun yang membutuhkan.
“Jadi tiap hari ada penyaluran bantuan air bersih. Jadwal sudah mengatur tiap desa dan per dusun, sehingga merata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu satu dusun bisa mendapatkan pasokan air bersih sekitar satu kali dalam sepekan. Namun, frekuensi tersebut menyesuaikan dengan ketersediaan cadangan air.
“Jadi satu dusun itu satu minggu bisa satu kali. Tergantung nanti jumlah cadangan airnya,” katanya.
Karena itu, pemerintah daerah melalu BPBD akan terus melakukan pemantauan dan mengatur pendistribusian air bersih agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan tetap dapat terpenuhi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
