PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman meminta seluruh pejabat, yang baru dilantik agar meninggalkan pola kerja birokrasi yang bersifat rutinitas. Menurut dia, tantangan pelayanan publik saat ini menuntut aparatur sipil negara (ASN) bekerja lebih inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Kholilurrahman usai melantik 85 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jumat (31/7/2026).
“Birokrasi saat ini menghadapi tantangan yang semakin berat karena masyarakat semakin kritis. Pelayanan publik dituntut cepat, transparan, adaptif, berbasis teknologi, dan efektif meski di tengah keterbatasan fiskal,” kata Kholilurrahman.
Ia menegaskan, birokrasi tidak lagi cukup hanya menjalankan pekerjaan secara rutin. Aparatur pemerintah harus mampu menghadirkan inovasi, melakukan terobosan, mempercepat pelayanan, serta membangun kolaborasi agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Kholilurrahman, pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Pamekasan dilakukan melalui manajemen talenta. Karena itu, pelantikan bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan atau memenuhi jenjang karier pegawai.
“Yang ditempatkan adalah figur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Prinsipnya adalah the right man on the right place,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jabatan, kata dia, merupakan amanah sekaligus kontrak moral untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jabatan bukan simbol kehormatan, tetapi amanah untuk melayani,” tegasnya.
Kholilurrahman mengapresiasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) beserta tim manajemen talenta yang telah mempersiapkan proses pengisian jabatan. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi secara internal maupun eksternal, serta menjadi pemimpin yang mampu memberi teladan kepada bawahannya.
Selain itu, seluruh ASN diminta menjunjung tinggi disiplin, kejujuran, responsivitas, dan netralitas. Para pejabat juga diharapkan aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sehingga birokrasi benar-benar hadir sebagai pelayan publik, bukan untuk dilayani.
Dalam pelantikan tersebut, enam pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama, yakni Mohamad Alwi sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Raden Mohammad Syaiful Amin sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Mohammad Yusuf Wibiseno sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Dodid Kirnadi Hattazul Muslimin sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Ika Yulia Rakhmawati sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Akhmad Dhofir Rosidi sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain enam kepala OPD tersebut, pelantikan juga mencakup puluhan pejabat administrator dan pengawas, di antaranya sekretaris perangkat daerah, kepala bagian Setda, camat, kepala bidang, lurah, kepala seksi, hingga kepala subbagian. Secara keseluruhan, sebanyak 85 pejabat dilantik untuk mengisi berbagai posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
