PAMEKASAN,MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman memperingatkan kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan lahan Sekolah Rakyat (SR), agar tidak mempermainkan harga.
Kholilurrahman mengatakan, proses pengadaan lahan harus dilakukan secara wajar dan transparan. Ia meminta pihak yang bertanggung jawab, tidak menaikkan harga tanah secara tidak wajar, untuk mendapatkan keuntungan dari proses pembebasan lahan.
“Saya mewanti-wanti pihak yang bertanggung jawab, agar tidak terjadi permainan, terutama menaikkan harga. Kalau terjadi, tentu akan kami kenakan sanksi pidana. Kalau belum terjadi, kami beri peringatan,” kata Kholilurrahman, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, peringatan tersebut penting disampaikan sejak awal agar proses penyediaan lahan untuk Sekolah Rakyat tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Ia juga meminta proses pembangunan program pemerintah tersebut tetap berjalan sesuai kebutuhan dan aturan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan, kata dia, berupaya memastikan seluruh tahapan persiapan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan tepat waktu.
Saat meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat, Rabu (12/8/2026) kemarin, Kholilurrahman mengatakan kondisi lahan secara umum sudah cukup baik. Namun, terdapat bagian lahan yang memiliki kedalaman sehingga perlu dilakukan pemerataan dan pemadatan.
“Di lokasi calon lahan SR alhamdulillah sudah bagus. Ada catatan, ada kedalaman yang harus diratakan dan dipadatkan. Nanti harus dilakukan cut and fill dengan baik,” ujarnya.
Kholilurrahman mengatakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat dan akses menuju lokasi menggunakan sumber anggaran berbeda.
Diketahui, calon lahan yang berada di Dusun Angasan, Desa Campor, Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan itu, akses masuknya melewati jalan Desa Jambringin, Kecamatan Proppo.
Kepala Desa Jambringin Nurul, mendukung rencana pembangunan yang harus melakukan pelebaran akses tersebut. Ia menyampaikan, dalam musyawarah pekan lalu, sekitar 85 persen masyarakat terdampak hadir dan menyampaikan dukungan.
Ia menambahkan, terdapat 49 warga yang lahannya terdampak rencana pelebaran jalan dari akses jalan kabupaten menuju calon lokasi Sekolah Rakyat.
“Akses jalan menuju calon lokasi Sekolah Rakyat yang saat ini memiliki lebar sekitar 4 meter direncanakan diperlebar menjadi 6 meter,” pungkasnya.
