PAMEKASAN,MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, Jumat (13/2/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menilai kelayakan lingkungan sebelum pembangunan fasilitas pendidikan tersebut direalisasikan.
Kholilurrahman mengatakan, lokasi itu dipilih karena berada di posisi strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah.
“Lokasi ini di tengah-tengah, sehingga akses utara–selatan bisa terjangkau semua,” ujarnya di sela survei lapangan.
Menurut dia, faktor aksesibilitas menjadi pertimbangan utama. Berdasarkan pengalamannya saat berkunjung ke Sekolah Rakyat sebelumnya, wali siswa cukup sering menjenguk anak-anak mereka.
“Orang tua itu dalam seminggu bisa tiga kali berkunjung. Makanya perlu tempat yang bisa dijangkau dari utara, selatan, timur, dan barat,” katanya.
Selain akses, kondisi lingkungan juga menjadi perhatian. Ia menilai sekolah sebaiknya berdiri di kawasan yang jauh dari kebisingan agar proses belajar lebih optimal.
“Pendidikan memang harus ditempatkan di lokasi yang tenang supaya siswa bisa fokus belajar,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyampaikan, calon lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 6,7 hektare.
Menurut Herman, luas tersebut telah memenuhi ketentuan minimal pembangunan Sekolah Rakyat.
“Standarnya minimal lima hektare. Tanah milik pemkab tidak memenuhi, sehingga calon lahan ini berasal dari milik warga yang rencananya akan dibeli,” ujarnya saat mendampingi proses peninjauan tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, masih melakukan proses kajian teknis dan administrasi sebelum tahap pembebasan lahan dilakukan.
Pihaknya berharap keberadaan Sekolah Rakyat nantinya dapat memperluas akses pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa dari berbagai wilayah di Pamekasan.
