PAMEKASAN, MADURANET — Pemerintah Kabupaten Pamekasan merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang memicu antrean panjang kendaraan diesel di sejumlah SPBU setempat dengan mengajukan tambahan kuota bio solar ke Pertamina.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Bachtiar Effendy mengatakan, pengajuan tambahan pasokan telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Jumlah yang diajukan mencapai 810 kilo liter, atau sama dengan 810.000 liter.
“Sudah. Kemaren pemkab sudah mengajukan tambahan bio solar sebanyak 810 kilo liter ke Pertamina,” ujar Bahtiar, Kamis (25/12/2025).
Bahtiar membenarkan bahwa kondisi stok solar subsidi di Pamekasan saat ini berada pada titik kritis. Berdasarkan data yang diterimanya, sisa stok solar di wilayah tersebut hanya sekitar 2 persen.
“Ya benar, di Pamekasan untuk solar tersisa 2%,” katanya.
Namun demikian, Bahtiar mengaku belum mengetahui secara pasti rincian volume solar yang tersisa dari persentase tersebut, “untuk rician liter dari 2% itu saya kurang paham,” ujarnya.
Sebelumnya, kelangkaan solar memicu antrean kendaraan roda empat, khususnya kendaraan diesel, di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan sejak Senin (22/12/2025) hingga Rabu (24/12/2025).
Salah satu titik antrean terpantau di SPBU Jalan Raya Trunojoyo, Desa Kangenan, Kecamatan Pamekasan, dengan panjang antrean mencapai sekitar 100 meter.
Antrean terjadi sejak pagi hingga sore hari. Meski solar belum tersedia, sejumlah pengendara tetap bertahan menunggu karena kondisi tangki kendaraan mereka hampir kosong.
“Saya hendak mengirim LPG ke pelanggan, namun karena solar sudah mau habis terpaksa harus antri sampai nanti SPBU dapat kiriman,” ujar Ridwan, pemilik pangkalan LPG.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, sebelumnya menjelaskan bahwa stok solar di Kabupaten Pamekasan memang telah menipis sejak pertengahan Desember 2025.
“Karena sudah akhir tahun, stok Solar untuk Kabupaten Pamekasan sudah menipis. Catatan kami sampai 18 Desember kemarin, sudah tersisa 2 persen,” kata Ahad.
Ia menegaskan, karena solar merupakan BBM bersubsidi, penambahan stok tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa pengajuan dari pemerintah daerah.
“Jika Pemkab membutuhkan tambahan stok Solar, maka harus mengajukan kepada pemerintah. Jika disetujui, maka kami siap untuk menambah karena stok kami selalu tersedia di terminal,” ujarnya.
Sambil menunggu kepastian tambahan kuota, Pertamina juga mengimbau masyarakat pengguna kendaraan diesel untuk memanfaatkan BBM non-subsidi sebagai alternatif.
“Alternatif untuk kendaraan diesel ada Dexlite non subsidi. Silahkan masyarakat memanfaatkannya,” kata Ahad.
