PAMEKASAN, MADURANET — Industri rokok di Kabupaten Pamekasan menunjukkan geliat yang semakin nyata. PT Empat Sekawan Mulia kembali melepas ekspor rokok ke pasar internasional, sebagai bukti bahwa tembakau Madura memiliki posisi terhormat di mata dunia.
Dalam seremoni bertajuk “Pamekasan Menembus Dunia” yang digelar Kamis (27/11/2025), ekspor dilakukan untuk negara tujuan Filipina dengan total pengiriman mencapai 20 juta batang rokok.
CEO PT Empat Sekawan Mulia, Suhaydi, menyebut kualitas tembakau Madura dan Lombok menjadi keunggulan produk lokal dibandingkan tembakau impor.
“Kualitas tembakau kita jauh lebih bagus. Oriental terbaik di Indonesia itu Madura, tidak ada saingannya,” kata pria yang akrab disapa Haji Edi ini.
Ia menegaskan, seluruh produk perusahaan masih menggunakan 100 persen bahan baku lokal. Menurutnya, banyak tembakau dari luar negeri yang kualitasnya justru tidak mampu menandingi tembakau Nusantara.
“Tembakau dari Zimbabwe atau Yunnan itu tidak ada separuhnya dibanding kualitas tembakau Lombok. Untuk Oriental, setelah Turki ya Madura,” ujarnya.
Ekspor perusahaan ini telah dilakukan selama dua tahun terakhir. Pemasaran telah menjangkau Filipina, Malaysia, dan Timor Leste. Tahun depan, perusahaan menargetkan pasar Eropa, Australia, dan Afrika yang kini dalam tahap negosiasi lanjutan.
Produk rokok linting tangan yang justru viral di pasar Eropa menjadi peluang baru. Nilainya disebut mencapai 34 dolar AS per bungkus.
“Potensi pasarnya sangat besar. Kami sudah tanda tangan kontrak dengan Inggris untuk pengiriman berikutnya,” tambah Suhaydi.
Lewat penguatan kualitas bahan baku, pengelolaan industri profesional, dan dukungan pemerintah, Pamekasan optimistis dapat menjadi salah satu pusat produksi rokok ekspor di Indonesia.
“Kami ingin Madura dikenal bukan hanya karena budaya, tapi juga karena produksi global yang berkualitas,” tutur Suhaydi.
Saat ini, PT Empat Sekawan Mulia telah menyerap 1.368 tenaga kerja, seluruhnya berasal dari Pamekasan. Hal ini diapresiasi langsung oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman.
“Ini bukti warga kita mampu bersaing. Kami bangga karena 100 persen tenaga kerjanya dari Pamekasan,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan lokal menembus pasar internasional menunjukkan potensi ekonomi Madura yang terus tumbuh, terutama dari sektor industri hasil tembakau.
Bupati juga mendorong pemerintah pusat untuk memberi perhatian lebih pada industri baru yang sedang berkembang di daerah.
“Kami berharap ada kelas cukai khusus bagi perusahaan pemula agar makin banyak industri lokal bisa tumbuh dan menembus pasar ekspor,” pungkasnya.
