Akses Menuju Sekolah Rakyat di Pamekasan Diperlebar, 49 Warga Terdampak

Pemkab Pamekasan menyiapkan pelebaran jalan dari 4 meter menjadi 6 meter untuk mendukung akses menuju lokasi Sekolah Rakyat.

Bupati Pamekasan didampingi OPD terkait dan Kepala Desa Jambringin melihat lokasi calon lahan SR, Sabtu (8/8/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan memperlebar akses menuju calon lokasi Sekolah Rakyat (SR), di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, dari semula 4 meter menjadi 6 meter.

Pelebaran jalan tersebut mendapat dukungan dari warga yang lahannya terdampak.

Kepala Desa Jambringin Nurul mengatakan, seluruh pemilik tanah yang hadir dalam musyawarah menyatakan persetujuan terhadap rencana tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat mendukung pelebaran jalan. Tadi semua pemilik tanah yang terdampak kami kumpulkan. Sebelumnya juga sudah dilakukan sosialisasi dan mereka menerima,” kata Nurul, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, terdapat 49 warga yang lahannya terdampak pelebaran jalan, mulai dari akses jalan kabupaten hingga menuju lahan calon Sekolah Rakyat. Namun, tidak seluruh pemilik tanah hadir dalam musyawarah. Olehnya, dirinya akan mendatangi warga yang berhalangan hadir untuk melanjutkan sosialisasi sekaligus membahas rencana pelebaran tersebut.

“Sebagian tidak hadir karena masih bekerja. Tindak lanjutnya kami akan mendatangi pemilik tanah yang terkena pelebaran,” ujarnya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang hadir dalam musyawarah, sekaligus meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat mengapresiasi dukungan masyarakat. Menurut dia, tingkat kehadiran warga dalam musyawarah, menunjukkan dukungan terhadap program pemerintah. Ia menyebut hampir seluruh warga terdampak hadir dan menyatakan persetujuan.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang antusias mendukung program pemerintah. Hampir 100 persen hadir dan semuanya setuju serta mendukung,” kata Kholilurrahman.

Ia menegaskan, pelebaran akses tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan kendaraan menuju kawasan Sekolah Rakyat. Lebar jalan yang sebelumnya 4 meter akan menjadi 6 meter.

Kholilurrahman juga mengingatkan pihak yang terlibat dalam proses pembebasan lahan agar tidak memainkan harga tanah.

“Saya mewanti-wanti pihak yang bertanggung jawab agar tidak terjadi permainan, terutama menaikkan harga. Kalau terjadi, tentu akan kami kenakan sanksi pidana. Kalau belum terjadi, kami beri peringatan,” ujarnya.

Selain akses jalan, Kholilurrahman menilai kondisi calon lahan Sekolah Rakyat sudah cukup baik. Namun, terdapat bagian lahan yang memiliki kedalaman dan perlu diratakan serta dipadatkan.

“Di lokasi calon lahan SR alhamdulillah sudah bagus. Ada catatan, ada kedalaman yang harus diratakan dan dipadatkan. Nanti harus dilakukan cut and fill dengan baik,” kata dia.

Kholilurrahman menjelaskan, anggaran pembangunan gedung Sekolah Rakyat dan pembangunan akses jalan berasal dari sumber berbeda.

Anggaran sekitar Rp 10 miliar yang disiapkan untuk Sekolah Rakyat digunakan untuk pembangunan gedung. Sementara pelebaran akses jalan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui anggaran daerah.

“Untuk gedung SR yang dianggarkan Rp 10 miliar itu hanya untuk gedung. Untuk jalan dari dana kabupaten,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat berkunjung ke Pamekasan menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut diupayakan sudah memasuki tahap pembangunan sebelum Oktober 2026.

Karena itu, Pemkab Pamekasan kini mengebut penyelesaian persoalan akses menuju lokasi agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dilaksanakan.

Exit mobile version