PAMEKASAN, MADURANET – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pamekasan menyatakan dukungan terhadap rencana Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang akan mengajukan daerahnya sebagai Kabupaten Al-Qur’an.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul berbagai capaian Pamekasan di bidang Al-Qur’an, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta kuatnya tradisi pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua PCNU Pamekasan Muchlis Natsir mengapresiasi prestasi yang telah diraih generasi muda Pamekasan dalam bidang Al-Qur’an. Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga kalangan pesantren.
“Prestasi tersebut tidak lepas dari peran kebijakan dan dukungan pemerintah, serta semua elemen, termasuk kiai dan pondok pesantren,” ujar Muchlis, Jumat (24/4/2026).
PCNU Pamekasan, lanjut dia, mendukung penuh pengajuan Kabupaten Al-Qur’an tersebut dan berharap identitas religius Pamekasan semakin kuat.
“Kami berharap Pamekasan dikenal sebagai kabupaten religius, yang ke depan bukan hanya melahirkan penghafal, tetapi juga pengamal Al-Qur’an,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan Azis Ashari. Ia menilai Pamekasan memang layak menyandang predikat Kabupaten Al-Qur’an, mengingat kuatnya budaya menghafal Al-Qur’an di berbagai lini pendidikan.
“Kami mengatakan Pamekasan memang seharusnya menyandang gelar tersebut,” ujar Azis.
Mantan aktivis HMI Cabang Pamekasan ini menuturkan, program menghafal Al-Qur’an telah diterapkan mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Selain itu, masjid dan pondok pesantren di Pamekasan juga aktif membina para penghafal Al-Qur’an.
“Di pondok kecil maupun besar, budaya menghafal Al-Qur’an sudah sangat kuat. Bahkan di lingkungan Muhammadiyah sendiri, itu sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan, banyaknya prestasi nasional dan internasional di bidang Al-Qur’an menjadi alasan kuat untuk mendukung pengajuan tersebut.
