Rihlah Ilmiah IBS PKMKK, Belajar Wirausaha dari Industri Rokok Milik Santri

Pesantren dorong santri kuasai bisnis sejak dini melalui praktik lapangan

Ratusan santri IBS PKMKK menimba pengalaman kewirausahaan ke Perusahaan Rokok (PR) Cahaya Pro di Dusun Batulabbang, Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (6/1/2026).

PAMEKASAN, MADURANET — Ratusan santri Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) menimba pengalaman kewirausahaan melalui rihlah ilmiah ke Perusahaan Rokok (PR) Cahaya Pro di Dusun Batulabbang, Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran luar kelas yang menempatkan pesantren tidak hanya sebagai pusat kajian keagamaan, tetapi juga ruang pembentukan keterampilan ekonomi santri.

Direktur Utama PR Cahaya Pro, Fathur Rosi, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun oleh santri. Ia menekankan pentingnya semangat belajar kewirausahaan dari sesama santri.

“Perusahaan ini lahir dari santri. Mesin kami mampu memproduksi 1.500 batang rokok per hari, sebuah motivasi bagi kalian untuk menjadi pengusaha di masa depan,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut Fathur Rosi, dunia pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan pengusaha jika santri dibekali keterampilan yang memadai. Ia menegaskan bahwa santri perlu menguasai lebih dari sekadar ilmu keagamaan.

“Santri harus bisa segalanya, bukan hanya mengaji. Semua bergantung pada niat dan usaha,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak dapat dibangun secara individual, melainkan melalui kerja sama dan kemitraan yang kuat.

“Untuk menjadi besar, harus dibangun bersama,” tambahnya.

Dalam rihlah tersebut, santri mengikuti sesi diskusi interaktif dan berkeliling area pabrik yang dipandu Abdul Majid. Mereka menyaksikan langsung proses produksi rokok yang berlangsung menggunakan mesin-mesin modern, aktivitas sortir hasil produksi, hingga pengemasan yang melibatkan ratusan pekerja perempuan.

Para santri tampak aktif mencatat penjelasan serta berdialog langsung dengan para pekerja. Interaksi tersebut memberi gambaran nyata tentang peran industri pesantren dalam menopang perekonomian masyarakat sekitar.

Tak jauh dari lokasi pabrik, para santri juga melihat pembangunan masjid milik Muzakki, Owner PR Cahaya Pro. Bangunan masjid tersebut menampilkan perpaduan arsitektur Timur Tengah dan Eropa klasik dengan kubah-kubah besar yang menjulang.

“Ini bukti sukses santri yang kembali untuk umat,” komentar salah seorang santri.

Sementara itu, Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis, menyampaikan bahwa rihlah ilmiah tersebut bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini kepada santri.

“Santri IBS PKMKK memiliki jiwa bisnis seperti Rasulullah SAW yang sudah berdagang sejak remaja,” ujarnya.

Guru besar UIN Madura tersebut juga memaparkan, bahwa program rihlah ilmiah ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Outclass Learning IBS PKMKK yang berlangsung sejak 30 Desember 2025.

”Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali santri dengan literasi kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi umat,” tambah Muhlis.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam dan inspirasi bagi para santri untuk memadukan nilai keislaman dengan kemandirian ekonomi.

Exit mobile version