Bupati Imbau Pegawai di Pamekasan Tiga Hari Berbusana Santri 

Santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan sebelum Indonesia merdeka

Bupati Pamekasan Kholilurrahman

PAMEKASAN, MADURANET — Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2025 Bupati Pamekasan, Kholilurrahman mengeluarkan surat imbauan kepada aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, BUMD serta kepala desa dan lurah ikut memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Salah satunya, dengan mengenakan busana santri selama tiga hari. Dimulai tanggal 21 sampai 23 Oktober 2025.

Dalam imbauan bernomor 100.3.4.2/229/432.012/2025 tentang Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pamekasan Tahun 2025, seluruh karyawan di lingkungan kerja pemerintahan dan lembaga vertikal diminta mengenakan pakaian khas santri.

“Untuk laki-laki, diwajibkan mengenakan baju muslim, sarung batik atau tenun lokal, songkok hitam, serta sepatu. Sementara bagi perempuan diimbau mengenakan baju muslimah bernuansa batik dan tetap bersepatu,” ujar Kholilurrahman.

Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan ini menambahkan, imbauan itu sebagai penghargaan atas perjuangan santri dan pondok pesantren yang telah berjuang sejak Republik Indonesia berdiri. Selain itu, untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan menegaskan peran santri dalam perjuangan nasional.

“Pesantren dan santri sudah berjuang sebelum negeri inu merdeka melalui jalur pendidikan, dakwah dan sosial. Maka patut kita menghargai HSN,” ungkapnya.

Pemkab Pamekasan sendiri, akan menggelar apel Hari Santri Nasional di lapangan Nagara Bhakti pada 22 Oktober 2025. Bupati Pamekasan bertindak sebagai inspektur upacara.

Ratusan santri dari berbagai pesantren di Pamekasan akan mengikuti apel tersebut dengan busana putih dan gelap untuk sarung dan bawahan.

Exit mobile version