Siswa SMK Siding Puri Sumenep Dibekali Ilmu Jurnalistik

Gerakan literasi sekolah dorong siswa asah keterampilan menulis

Pembekalan jurnalistik oleh aktivis LPM UPI Sumenep kepada para peserta.

SUMENEP, MADURANET — Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar kembali digencarkan. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika Universitas PGRI Sumenep (UPI) menggelar kelas pelatihan jurnalistik di Gedung SMK Siding Puri, Lenteng, Sumenep, Kamis (11/9/2025).

Pelatihan ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan kepenulisan, mulai dari cara menyusun berita, teknik wawancara, hingga memahami etika dasar jurnalistik.

Ketua LPM Retorika UPI Ach. Zainuddin menyebut, kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa agar terbiasa menulis dan menuangkan gagasan secara runtut.

“Kami ingin mereka tidak hanya membaca informasi, tetapi juga bisa memproduksi tulisan yang bermanfaat,” ujar Zainuddin.

Zainuddin menambahkan, pengalaman selama mengelola LPM, ingin dibagikan kepada para siswa ketika sudah menghadapi praktik jurnalistik di lapangan.

“Dengan pelatihan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan buletin sekolah atau media internal sebagai ruang ekspresi mereka,” ungkapnya.

Kepala SMK Siding Puri, Syaiful Anwar, menyambut baik program ini. Menurutnya, keterampilan jurnalistik dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa, terutama menghadapi dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Literasi tidak hanya berhenti pada membaca, tapi juga bagaimana siswa bisa menulis, mengkritisi, dan menyampaikan informasi dengan benar. Ini sangat penting di era digital sekarang,” ujarnya.

Dengan program ini, Syaiful menargetkan lahirnya generasi pelajar yang tidak hanya melek literasi baca, tetapi juga melek media.

“Di tengah arus informasi digital, keterampilan menulis dan menyaring berita dinilai sebagai modal penting untuk masa depan pendidikan dan karier mereka,“ jelas Syaiful.

Salah satu peserta, Auli Maulina, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan jurnalistik ini.

“Saya jadi tahu bagaimana menulis berita yang baik. Ternyata menulis itu tidak asal, ada teknik dan aturan yang harus diikuti. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat belajar menulis,” terangnya.

Exit mobile version