PAMEKASAN, MADURANET — Pesantren tak lagi hanya identik dengan pengajian kitab. IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) di Pamekasan melangkah lebih jauh dengan merintis tradisi riset dan publikasi ilmiah. Komitmen itu ditandai melalui kolaborasi bersama Universitas Negeri Malang (UM) di bidang Riset Eksperimen Integratif ilmu agama dan sains.
Silaturahmi Guru besar, Ahmad Taufiq, yang diketahui juga menjabat sebagai Ketua Departemen Fisika UM Malang, ke IBS PKMKK pada Kamis (11/9/2025) menjadi momentum penting.
Di lobi gedung utama pesantren, Prof. Taufiq menegaskan komitmennya melatih santri agar mampu menulis karya ilmiah bertaraf nasional hingga internasional.
“Santri pesantren juga bisa bersaing di panggung akademik global, asal diberi kesempatan dan dibimbing dengan serius,” ujar Taufiq.
Untuk menyambut komitmen itu, IBS PKMKK menginisiasi dua program unggulan, yaitu program One Term One Research One Publication dan One Experiment One Chapter.
”One Term One Research One Publication ialah setiap santri didorong menghasilkan riset dan publikasi ilmiah per semester. Sedangkan One Experiment One Chapter adalah eksperimen sains dituangkan ke dalam satu bab tulisan ilmiah,” jelas Taufiq.
Selain itu, Taufiq juga meminta Agus Budiono, menyusun RPP Integrasi Sains dan Agama. Dengan begitu, pembelajaran di IBS PKMKK tidak hanya kontekstual, tetapi juga berorientasi riset.
Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, menyambut hangat inisiatif tersebut. Menurutnya, langkah ini akan menandai lahirnya tradisi baru di pesantren: santri yang alim sekaligus ilmuwan.
“Gelombang pertama santri akan segera kami seleksi. Targetnya, mereka tidak hanya rajin mengaji, tapi juga produktif menulis dan meneliti. Ini langkah nyata pesantren untuk ikut melahirkan generasi yang alim sekaligus ilmuwan,” kata Muhlis.
Kolaborasi ini menunjukkan pesantren mampu berdialog dengan dunia akademik modern tanpa meninggalkan akar keagamaannya. IBS PKMKK mencoba menghadirkan wajah baru pendidikan pesantren: santri yang tetap berkitab, tetapi juga siap berlaboratorium dan berkompetisi dalam riset ilmiah.
