PAMEKASAN, MADURANET – Upaya wartawan untuk mengetahui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah Rakyat (SR) Pamekasan demi melihat penerapan metode STEAM mendapat penolakan dari pihak sekolah.
Dalam pernyataannya, Kepala Sekolah Rakyat (Kepsek), Aisyah Minarni Mukti mempertanyakan kapasitas wartawan untuk mengakses dokumen tersebut.
“Anda siapa kok bisa-bisanya mau ngecek RPP. Pengawas saja bukan,” ujarnya, Ahad (10/8/2025).
Ia juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat belum membuka diri untuk penelitian atau riset.
“ini saja masih baru mau launching. Maaf ya, SR tidak untuk penelitian,” imbuhnya.
Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman Hidayat Santoso menjelaskan, bahwa pihaknya hanya berperan sebagai pendukung agar program Sekolah Rakyat dapat berjalan lancar.
“Kalau Pemkab hanya back up agar SR ini bisa berlangsung lancar, soal RPP itu sudah ranah teknis pihak SR mas,” tegasnya.
Sekolah Rakyat sendiri digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan berbasis pendidikan inklusif dan pengembangan karakter yang diinisiasi pemerintah pusat. Namun, sikap tertutup terhadap akses informasi pembelajaran ini memunculkan tanda tanya di kalangan publik dan pemerhati pendidikan.
