PAMEKASAN, MADURANET – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali mencatat sejarah melalui The 9th International Conference of Islamic Studies (ICONIS) 2025. Acara ilmiah berskala internasional ini, tidak hanya menghadirkan 80 pemakalah dari dalam dan luar negeri, seperti Jerman, Pakistan, Nigeria, Malaysia, dan Indonesia, tetapi juga melahirkan sebuah naskah strategis yang diberi nama “Piagam Madura”.
Ketua Senat UIN Madura, Ahmad Muhlis, menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar forum akademik, namun merupakan langkah nyata untuk menyatukan keilmuan Islam, kearifan budaya lokal, dan kemajuan sains dalam menghadapi era disrupsi.
“Konferensi ini bukan hanya pertemuan ilmiah, tetapi juga momen strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai keislaman, kebudayaan lokal, dan kemajuan sains. Rekomendasi Piagam Madura adalah wujud komitmen kami untuk menyatukan langkah dalam perubahan dan keberlanjutan,” tegasnya, Rabu (6/8/2025).
Ia memaparkan, sebanyak 63 makalah ilmiah dari peserta ICONIS 2025 saat ini sedang dalam proses penerbitan melalui tiga skema utama,
”20 makalah terbaik tengah diedit oleh Atlantis Press, prosiding internasional yang terindeks CNKI, CPCI, dan pengindeks global lainnya,” ujarnya.
Sedangkan 17 makalah lainnya, akan dimuat di jurnal mitra internal UIN Madura. Termasuk 22 jurnal terakreditasi SINTA dan satu jurnal terindeks Scopus. Untuk 26 makalah lainnya, akan diterbitkan di prosiding internal ICONIS 2025.
”Para penulis diarahkan untuk mengunggah artikelnya melalui platform OJS dan menyesuaikan naskah dengan author guidelines masing-masing jurnal,” tutur Muhlis.
Dalam waktu yang sama, Rektor UIN Madura, Saiful Hadi menyampaikan, salah satu capaian penting dari ICONIS 2025 adalah lahirnya “Piagam Madura” (Madura Charter), sebagai hasil refleksi dan rekomendasi bersama untuk memperkuat integrasi antara keilmuan Islam, kebudayaan lokal, dan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
”Piagam ini dirancang menjadi pedoman etik dan konseptual dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di tingkat lokal maupun global, dalam rangka menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan, dengan komitmen terhadap publikasi ilmiah dan formulasi hasil yang berdampak, ICONIS 2025 mempertegas posisi Kampus yang berjuluk Tanean Lanjhang ini dalam jejaring keilmuan internasional.
