PAMEKASAN, MADURANET – Puluhan kendaraan truk dan pikap bermuatan tembakau, rela antri selama tiga hari menjelang pembelian tembakau di PT Bawang Mas Grup di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, kabupaten Pamekasan. Kendaraan tersebut berjajar rapi dari arah timur depan gudang induk PT Bawang Mas hingga ke barat.
Kendaraan tersebut, dibiarkan berada di bawah terik mentari. Tembakau di atas kendaraan, ditutup dengan terpal untuk melindungi sinar matahari langsung ke susunan tembakau.
Rusli, pedagang tembakau asal Gunung Rancak, Kabupaten Sampang menjelaskan, sejak hari Kamis (13/8/2026) kendaraannya sudah diparkir di depan pintu masuk gudang Bawang Mas. Dirinya rela tidak pulang demi menunggu waktu dimulainya pembelian tembakau.
“Saya tidak pulang ke Sampang sejak Kamis kemarin agar tembakau saya lebih awal masuk dan disortir,” kata Rusli.
Rusli dan teman-teman pedagang lainnya, sudah mendengar kabar bahwa Haji Khairul Umam atau Haji Her, akan mulai pembelian tembakau pada Ahad (16/8/2026).
“Kami tiap tahun jual tembakau ke Haji Her. Makanya, sebelum gudang dibuka, kami lebih awal antri agar disortir duluan,” imbuhnya.
Pedagang lainnya, Sulaidi menuturkan, PT Bawang Mas selama ini dikenal cukup baik dalam menentukan harga. Bahkan, sampel tembakau juga dibeli. Hal ini berbeda dengan gudang-gudang lainnya yang tidak membayar sampel yang sudah diambil.
“Urusan harga, di Bawang Mas relatif tidak ada perbedaan mencolok dengan gudang-gudang yang lain. Namun, sampel di sini tetap dibeli, tidak seperti gudang lainnya yang tidak dibeli,” ujar Sulaidi.
Bersama dengan pedagang lainnya dari Sampang, Sulaidi membawa jenis tembakau tegal dan gunung. Dirinya berharap, untuk tembakau gunung dibeli harga mahal.
“Harapan kami tembakau gunung dibeli Rp 70.000 perkilo. Sedangkan tembakau sawah dan tegal, dibeli Rp 60.000 per kilo,” ungkapnya.
Permintaan harga tersebut cukup beralasan. Seperti kualitas tembakau tahun ini yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, tidak ada tembakau yang terkena hujan sama sekali sehingga aroma dan tekstur warnanya cukup bagus.
“Tidak ada alasan harga tembakau tahun ini murah, karena kualitasnya lebih bagus dari tahun kemarin,” tandasnya.
