Pangdam V Brawijaya Sebut Pembangunan Batalyon di Pamekasan Akan Gerakkan Ekonomi Miliaran per-Bulan

Keberadaan ratusan prajurit disebut akan membuka peluang besar bagi UMKM, peternak, hingga pedagang lokal di sekitar lokasi pembangunan.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin didampingi Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat diwawancarai media usai kunjungan, Selasa (19/5/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyebut pembangunan Batalyon Teritorial di Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, tidak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga diproyeksikan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat hingga miliaran rupiah per bulan.

Hal itu disampaikan Rudy di hadapan Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Camat Tlanakan, Kepala desa, serta masyarakat setempat, saat meninjau lokasi pembangunan batalyon bersama jajaran Forkopimda Pamekasan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Rudy, keberadaan sekitar 500 hingga 600 personel TNI pada tahap awal nantinya akan menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Bisa dibayangkan nanti uang yang berputar per bulan mungkin di atas Rp 5 miliar, termasuk kebutuhan makan mereka sehari-hari,” kata Rudy.

Ia menjelaskan, kebutuhan dasar prajurit seperti makanan, perlengkapan harian, hingga jasa pendukung dipastikan akan melibatkan masyarakat lokal.

“Tidak mungkin mereka beli sabun, telur dan kebutuhan lainnya ke Surabaya, pasti di sini. Hal ini nantinya bisa memberdayakan UMKM masyarakat,” ujarnya.

Rudy mengatakan, pengalaman di sejumlah wilayah lain menunjukkan keberadaan satuan militer mampu mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, mulai dari warung makan, laundry, jasa cukur rambut, hingga sektor peternakan dan pertanian.

“Kalau kita lihat di tempat-tempat yang sudah ada pasukannya, UMKM masyarakat ramai. Ada yang berjualan, laundry, tukang cukur, macam-macam,” katanya.

Selain itu, kebutuhan logistik harian prajurit seperti telur, ikan, ayam, dan sayur-mayur nantinya juga akan dipasok dari masyarakat sekitar.

Karena itu, Pangdam berharap masyarakat mendukung penuh pembangunan batalyon tersebut agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung.

“Saya harap masyarakat benar-benar bisa mendukung program ini karena dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko mengatakan, lokasi pembangunan dipilih karena strategis dan memiliki luas lahan yang memadai.

“Luas lahan yang tersedia saat ini mencapai 62,5 hektare untuk Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP), dan 52 hektare Yon Teritorial Pembangunan (YTP),” kata Agus.

Ia menambahkan, pembangunan batalyon juga telah melalui tahapan koordinasi dengan Perhutani, Kementerian Pertahanan, serta sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Pembangunan tahap awal direncanakan dimulai pada Juli 2026 dengan pembangunan barak, rumah dinas, dapur, dan gudang munisi terlebih dahulu.

Di sisi lain, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan batalyon tersebut.

“Kami Pemerintah Kabupaten mendukung pembangunan batalyon dan brigade di Pamekasan. Tentu ini akan membawa banyak kebermanfaatan terhadap masyarakat sekitar,” kata Kholilurrahman.

Ia optimistis masyarakat akan mendukung program tersebut apabila memahami dampak positif yang akan muncul terhadap ekonomi warga sekitar.

Exit mobile version