Karakter Gotong Royong Jadi Modal Kuat Pamekasan Kembangkan Koperasi

Pengurus Dekopinda diminta wujudkan nilai saling menolong melalui kerja nyata

Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, dalam pelantikan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (23/4/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Karakter gotong royong masyarakat Pamekasan dinilai menjadi modal utama dalam pengembangan koperasi. Hal itu disampaikan Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, dalam pelantikan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (23/4/2026).

Menurut Slamet, nilai saling menolong yang telah mengakar di tengah masyarakat Pamekasan selaras dengan prinsip dasar koperasi.

“Koperasi adalah karakter sejati bangsa Indonesia yang suka menolong. Kuncinya tegakkan jati diri dan ideologi koperasi melalui edukasi,” ujar Slamet.

Ia menilai, budaya gotong royong yang telah dibangun di Pamekasan, termasuk melalui kebijakan pemerintah daerah, menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan koperasi dan perekonomian masyarakat.

“Karakter Pamekasan yang dibentuk bupati ini menjadi modal utama untuk kemajuan koperasi dan tentu berdampak pada ekonomi masyarakat,” katanya.

Slamet juga mengingatkan agar pengurus Dekopinda yang baru dilantik tidak berhenti pada seremoni, tetapi segera bekerja nyata dalam menjalankan fungsi advokasi, edukasi, dan fasilitasi koperasi.

“Saya berpesan kepada pengurus yang dilantik, segera lakukan aksi nyata, bukan ceremony semata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Pamekasan Buna’i menyatakan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi seluruh badan koperasi di daerah, termasuk mendukung program prioritas pemerintah.

“Kami hadir guna memfasilitasi semua badan koperasi di Kabupaten Pamekasan, termasuk melakukan pendampingan agar berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan melalui koperasi dan UMKM.

Ia menyebut, hampir Rp 2 miliar telah digelontorkan untuk mendukung pelaku UMKM di 13 kecamatan.

“Meskipun itu hanya jual gorengan, mereka harus disupport,” kata Kholilurrahman.

Menurut dia, dukungan tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Pamekasan yang mencapai 5,47 persen dan berada di peringkat 14 se-Jawa Timur.

Kholilurrahman berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan Dekopinda dapat semakin memperkuat karakter gotong royong sebagai fondasi pembangunan ekonomi di Pamekasan.

Exit mobile version