PAMEKASAN, MADURANET – Capaian stok beras nasional yang menembus 5 juta ton menjadi catatan sejarah baru di Indonesia. Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofi’i, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran petani dan tim lapangan di daerah.
Menurut dia, kontribusi daerah, termasuk Madura, menjadi bagian penting dalam pencapaian bersejarah yang ditorehkan Perum BULOG.
“Kami sangat bangga Kancab Madura dapat menjadi bagian dari sejarah besar pencapaian stok beras nasional 5 juta ton ini,” kata Rofi’i dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen menyerap hasil panen petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah itu, kata dia, sekaligus menjadi upaya menjaga stabilitas pangan di daerah.
Rofi’i juga menekankan bahwa kerja kolektif antara petani, pemerintah, dan jajaran BULOG menjadi faktor utama di balik capaian tersebut. Secara tidak langsung, sinergi itu memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah hingga nasional.
“Komitmen kami jelas, menyerap hasil panen petani Madura sekaligus menjalankan amanah negara dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Secara nasional, stok beras BULOG untuk pertama kalinya menembus angka 5 juta ton atau tepatnya 5.000.198 ton. Angka ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan.
“Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi kinerja BULOG. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran.
“Terima kasih kepada BULOG dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok beras mencapai 5 juta ton,” kata Amran.
Dengan capaian ini, BULOG optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai stabilisator harga sekaligus penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional. Di sisi lain, daerah seperti Madura diharapkan tetap menjadi tulang punggung dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
