Peternak di Pamekasan Ungkap Keunggulan Daging Sapi Madura

Dari menimbang kotoran ternak hingga membandingkan langsung dengan sapi limosin, Tamyis menyimpulkan kualitas sapi lokal tak kalah bersaing

Potret sapi di Pasar Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (21/4/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Keunggulan daging sapi Madura tidak hanya didasarkan pada teori atau hasil penelitian, tetapi juga pengalaman langsung peternak di lapangan.

Mohammad Tamyis, pemilik Kandang Rahayu Farm di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, mengaku melakukan berbagai praktik untuk memastikan kualitas sapi yang ia ternakkan.

“Untuk mendapatkan data yang valid, saya tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mengamati prosesnya secara langsung,” ujar Tamyis, Selasa (21/4/2026).

Ia yang juga sebagai Kepala Desa Samatan bahkan pernah menimbang kotoran sapi setiap hari, sebagai bagian dari pengamatan terhadap efisiensi pakan dan sistem pencernaan ternak.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk memahami seberapa optimal pakan yang dikonsumsi sapi dapat diolah menjadi daging.

“Dari situ terlihat bagaimana sapi Madura mampu memanfaatkan pakan sederhana secara lebih efisien,” katanya.

Selain itu, Tamyis juga melakukan perbandingan langsung antara daging sapi Madura dan sapi limosin. Hasilnya, ia menemukan bahwa daging sapi Madura memiliki tekstur yang lebih halus dengan kandungan lemak yang lebih rendah.

“Kalau dibandingkan dengan limosin, daging sapi Madura cenderung lebih lean atau tidak terlalu banyak lemak, tetapi tetap memiliki rasa yang gurih. Serat daging sapi Madura juga lebih lembut sehingga lebih mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan,” ujarnya.

Dari segi tampilan, lanjut Tamyis, daging sapi Madura memiliki warna merah cerah yang menjadi indikator kualitas dan kesegaran.

”Cita rasa khas daging sapi Madura juga dipengaruhi oleh pola pemeliharaan tradisional dan jenis pakan yang digunakan peternak. Sapi Madura umumnya diberi pakan dari limbah pertanian, namun tetap mampu menghasilkan daging berkualitas tinggi,” jelas dia.

Ia juga sudah membuktikan, bila dilihat dari sisi produksi, sapi Madura memiliki persentase karkas sekitar 48 persen dari bobot hidup, yang dinilai cukup efisien untuk ukuran sapi lokal.

Tamyis menilai, pengalaman lapangan tersebut memperkuat anggapan bahwa sapi Madura memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan jenis sapi lainnya.

“Kalau dilihat dari efisiensi pakan, kualitas daging, dan ketahanan ternak, sapi Madura ini sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.

Ia berharap, potensi yang tak kalah dengan kualitas daging sapi wagyu ini, mendapat perhatian lebih dari masyarakat Madura sendiri. Sehingga bisa dikenal oleh pasar internasional.

Exit mobile version