PAMEKASAN, MADURANET – Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono siap membantu percepatan pembangunan kawasan industri garam di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Pringgitan Dalam Pendopo Bupati Pamekasan, Sabtu (22/2/2026).
Ferry mengatakan, dirinya akan mengawal langsung rencana tersebut, termasuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan untuk mendukung pembiayaan pembangunan kawasan industri garam.
“Nantinya saya akan bantu bicara dengan Menteri Keuangan soal pembangunan industri garam ini,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, konsep pengembangan garam rakyat akan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Artinya, produksi garam oleh petani tidak hanya berhenti pada tahap panen, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan di pabrik modern agar memiliki nilai tambah.
“Kita akan membangun kawasan industri untuk produksi garam. Hasil garam masyarakat bisa diserap, diolah, dan diproduksi menjadi garam industri. Ini kita dorong agar menjadi produk unggulan Kabupaten Pamekasan,” katanya.
Ferry juga menyarankan agar pengajuan pembangunan sentra garam dilakukan melalui koperasi. Dengan skema tersebut, pemerintah pusat lebih mudah memberikan dukungan, termasuk komunikasi lintas kementerian.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai pengembangan industri garam merupakan langkah strategis untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi petani.
“Sentra garam ke depan harus kita perhatikan secara serius, terutama persoalan yang melilit petani garam. Dari hulu sampai hilir harus kita selesaikan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi potensial untuk pengembangan kawasan industri garam, yakni di wilayah selatan dan pesisir pantai utara (Pantura) Pamekasan.
Untuk wilayah selatan, lokasi yang dinilai paling potensial berada di Majungan. Pemerintah daerah bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke kawasan tersebut.
“Yang paling potensial memang di Majungan. Sementara untuk Pantura masih dalam pembahasan,” kata Kholilurrahman.
Ke depan, garam rakyat diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah secara modern sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Pamekasan sebagai sentra garam di Madura.
