PAMEKASAN, MADURANET – Tim Resmob Satreskrim Polres Pamekasan menyerahkan barang bukti (BB) kepada keluarga korban kasus pencurian dengan kekerasan (jambret) yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Kasus yang sempat viral di media sosial itu terjadi di Jalan Raya Peltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, pelaku memepet sepeda motor yang dikendarai korban M (27), yang saat itu membonceng anggota keluarganya.
Pelaku kemudian secara paksa merampas gelang emas model rantai durian yang dikenakan korban.
“Pelaku memepet korban dan langsung merampas tiga buah gelang emas yang dipakai korban,” ujar Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas, Ipda Yoni Evan Pratama, Jumat (23/1/2026).
Kurang dari tiga hari setelah kejadian, terang Evan, Tim Resmob Satreskrim Polres Pamekasan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial UA (30), warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, bersama barang bukti, pada Sabtu (10/1/2026).
Setelah kasus tersebut terungkap, Satreskrim Polres Pamekasan secara simbolis menyerahkan BB hasil kejahatan kepada keluarga korban.
“Kamis (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Satreskrim Polres Pamekasan melalui Kanit Pidum menyerahkan barang bukti berupa tiga buah gelang rantai durian dengan berat 26,310 gram kepada keluarga korban,” kata Kasi Humas Polres Pamekasan.
Pihaknya menginformasikan, Penyerahan barang bukti itu dilakukan di Ruang Satreskrim Polres Pamekasan pada perwakilan keluarga korban.
Pihak keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Pamekasan beserta jajarannya atas keberhasilan mengungkap kasus jambret di Desa Plakpak dan mengembalikan barang bukti milik korban.
“Kami berterima kasih kepada Polres Pamekasan yang telah mengungkap kasus ini dan menyerahkan kembali gelang milik korban,” ujar perwakilan keluarga korban.
Mereka juga berharap Polres Pamekasan semakin profesional dalam pengungkapan berbagai kasus kejahatan.
“Semoga Polres Pamekasan ke depan semakin profesional dan seluruh personel diberikan keselamatan saat bertugas di lapangan,” katanya.
