PAMEKASAN, MADURANET — Tren pembelian emas oleh negara-negara di dunia kian menguat seiring meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi ini turut mendorong lonjakan harga emas yang diprediksi bisa menembus Rp 5 juta per gram pada 2026.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Syariah Area Madura, Anwar Hidayat, menyebut pergeseran tersebut dipicu oleh menurunnya kepercayaan sejumlah negara terhadap Dolar Amerika Serikat sebagai cadangan devisa utama.
“Banyak negara mulai tidak percaya lagi pada Dolar AS, apalagi setelah digunakan sebagai instrumen sanksi politik. Kasus pembekuan cadangan devisa Rusia menjadi pelajaran penting,” ujar Anwar saat Media Gathering bersama insan pers di Rif N Ros Cafe & Eatery, Pamekasan, Kamis (15/1/2026).
Menurut Anwar, situasi geopolitik global yang kian memanas sejak awal 2026 turut mempercepat peralihan emas sebagai aset lindung nilai.
Ia menjelaskan, ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, China, Iran, hingga isu di Venezuela membuat emas kembali menjadi instrumen investasi yang dianggap paling aman.
“Dalam kondisi dunia yang tidak stabil, emas selalu jadi pilihan. Negara-negara besar, termasuk China dan blok BRICS, terus menambah cadangan emasnya untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik,” katanya.
Anwar menjelaskan, lonjakan harga emas saat ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan global yang tidak hanya datang dari individu, tetapi juga dari negara-negara. Sementara itu, pasokan emas cenderung stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Permintaan sangat tinggi, suplai relatif sama. Akibatnya, harga emas hampir setiap hari bergerak naik,” ujarnya.
Dengan tren tersebut, Anwar menilai investasi emas menjadi pilihan rasional bagi masyarakat, terutama untuk melindungi nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Bagi masyarakat yang punya tabungan, sangat disarankan untuk mengalihkan sebagian ke emas,” kata dia.
Ia menegaskan, investasi emas tidak harus dilakukan dengan dana besar. PT Pegadaian Syariah menyediakan berbagai skema yang mudah dijangkau, seperti Tabungan Emas yang bisa diakses secara digital melalui aplikasi TRING, hingga program cicil emas.
Anwar menambahkan, emas tetap menjadi instrumen investasi yang relatif aman dalam jangka panjang.
“Harga emas memang fluktuatif dalam jangka pendek, tapi tren besarnya selalu naik. Karena itu, emas masih menjadi pilihan investasi yang paling konsisten,” pungkasnya.
