PAMEKASAN, MADURANET – Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Hal itu tertuang dalam surat penugasan Bapanas nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tertanggal 18 September 2025.
Menindak lanjuti instruksi tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Madura mencatat hingga September 2025, realisasi penyerapan gabah di Pulau Madura baru mencapai sekitar 1.160 ton, atau sekitar 77 persen dari target penyerapan tahun ini sebesar 1.500 ton.
“Sejak awal tahun (Januari) kami sudah melakukan penyerapan. Realisasi saat ini setara dengan beras,” ungkap Ahmad Rofi’i, Pimpinan Cabang Bulog Madura, Jumat (26/9/2025).
Menurutnya, belum tercapainya target penyerapan dikarenakan terdapat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama pada awal tahun. Mayoritas penggilingan padi di Madura masih bersifat tradisional sehingga belum memiliki sarana ayakan atau grader untuk memisahkan broken dan menir.
Selain itu, karakteristik petani Madura juga memengaruhi jumlah gabah yang masuk ke Bulog. Banyak petani memilih menyimpan gabah untuk konsumsi rumah tangga.
“Juga, sebagian hanya menanam padi sekali dalam setahun, sementara musim kedua lebih memilih menanam tembakau untuk kesejahteraan,” tambah Rofi’i.
Dengan harga pembelian GKP Rp 6.500 per kilogram, Bulog berharap penyerapan gabah di Madura dapat meningkat pada sisa waktu tahun berjalan.
