Alasan Haji Her Imbau Petani Kurangi Jumlah Tanam Tembakau

Produksi tembakau tahun 2024 meningkat hingga 35 persen dibandingkan produksi tembakau tahun 2023

PAMEKASAN, MADURANET – Pengusaha tembakau Madura asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Haji Khairul Umam mengimbau kepada seluruh petani di Indonesia, khususnya di Madura, agar mengurangi jumlah tanam tembakau tahun ini. Alasan Haji Her karena berdasarkan kondisi stok tembakau di sejumlah gudang dan pabrik rokok sedang full stock.

Pria yang akrab disapa Haji Her ini menjelaskan, produksi tembakau di Madura dari tahun ke tahun terus bertambah. Hal itu tidak lepas dari kondisi cuaca dan kebutuhan pabrikan. Sejak tahun 2022, cuaca di Madura cukup bersahabat ketika memasuki musim tanam dan panen tembakau. Akibatnya, kualitas tembakau ikut bagus.

“Tahun 2022 itu, cuaca bagus dan produksi tembakau hanya 18 ribu ton. Jumlah produksi itu tidak sebanding dengan kebutuhan pabrikan sehingga harga tembakau mahal,” ujar Haji Her saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/5/2025).

Alumni Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan ini menambahkan, karena stok tembakau di tahun 2022 kurang, maka petani meningkatkan produksinya. Jumlah produksi tembakau tahun 2023 sebanyak 28 ribu ton. Di tahun itu, cuaca bagus dan jumlah produksi cukup sehingga juga berdampak terhadap stabilnya harga.

“Kita tahu semua jika tahun 2023 harga bagus dan kualitas tembakau bagus. Sedangkan stoknya cukup sesuai dengan kebutuhan pabrik rokok,” imbuhnya.

Di tahun 2024 kemarin, stok tembakau mencapai 43 ribu ton dan cuaca di awal serta pertengahan musim tanam, sempat ada hujan deras. Namun petani tidak putus asa untuk menanam kembali meskipun banyak tembakaunya yang mati karena kebanjiran. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2023, ada kelebihan stok tembakau di tahun 2024.

“Kenaikan produksi tembakau Madura di tahun 2024 mencapai 43 ribu ton, atau meningkat 35 persen dari tahun 2023. Namun meskipun stoknya melimpah, pengusaha tetap membeli tembakau petani karena kualitas bagus dan cuacanya bagus,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, jika di tahun 2025 ini petani masih menanam tembakau dengan jumlah yang sama, maka dipastikan akan berdampak kepada harga tembakau sendiri. Bahkan, informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tahun 2025 ini masa kemarau cukup pendek.

“Jika memaksakan diri menanam dengan jumlah banyak, maka spekulan yang akan mempermainkan harga tembakau karena melimpah. Saya tidak ingin petani rugi, sehingga penting kami imbau kepada masyarakat,” pungkasnya.

Exit mobile version