Ceramah di IBS PKMKK Ustaz Abdul Somad Ulas Pesantren Sebagai Benteng Peradaban Islam di Dunia

Dalam Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning, Ustaz Abdul Somad menegaskan pesantren memiliki peran besar dalam pendidikan, pembinaan moral, hingga perjuangan kemerdekaan Indonesia.

UAS saat menghadiri Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning, Sabtu (1/8/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Ustaz Abdul Somad (UAS) menilai pondok pesantren, memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan moral bangsa, sekaligus tiang negara. Karena itu, pemerintah diminta memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pesantren, termasuk melalui dukungan anggaran.

Hal itu disampaikan UAS saat memberikan tausiyah pada Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning sekaligus Haul ke-8 KH Muhammad Mahfud Abdul Adzim di Pamekasan, Madura, Sabtu malam (1/8/2026).

Menurut UAS, keberadaan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi benteng moral masyarakat yang telah berkontribusi besar bagi peradaban bangsa, sejak sebelum Indonesia merdeka.

“Pesantren adalah tiang moral dan pendidikan. Karena itu sudah seharusnya anggaran pemerintah juga memberikan perhatian kepada pesantren,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama dan pondok pesantren yang turut menggerakkan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap pesantren merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi besar lembaga pendidikan Islam tersebut dalam perjalanan bangsa.

Dalam konteks global, UAS memaparkan peran strategis pesantren ketika mendapat tekanan politik. Pesantren mampu bertahan dan memberikan perlawanan. Seperti di Mesir, dengan adanya pesantren besar bernama Al Azhar. Di Mesir Islam tetap tegak sampai hari ini dengan peradaban ilmu yang besar melebihi kampus terkemuka di dunia seperti Harvard.

“Kita flash back dulu bagaimana Mesir, Turki dan Indonesia, peradaban Isam tidak mati dan kuat sampai hari ini, semata-mata karena keberadaan pesantren,” ungkap UAS.

UAS bersama dengan KH. Kholilurrahman, Bupati Pamekasan dan Kh. Fauzi Tijani, pengasuh PP Al Amien Sumenep.

UAS kagum dengan pilar-pilar pendidikan yang dibangun di IBS PKMKK. Pesantren yang hadir dalam bentuk IBS, akan dapat memberikan kontribusi peradaban yang besar di Indonesia.

“Santri berbahasa Arab sudah biasa, tapi santri bisa bilingual itu luar biasa. Santrinya bisa menulis, bisa hafal Al Qur’an, bisa kuasai tekhnologi, semuanya luar biasa,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan IBS PKMKK.

Bupati mengungkapkan lahan yang digunakan untuk kegiatan pengajian, diketahui merupakan tanah kas desa. Ia berkomitmen guna mengupayakan lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, untuk pengembangan lembaga melalui mekanisme yang sesuai aturan.

“Saya akan membantu bagaimana tanah ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh IBS PKMKK agar bisa berkembang lebih baik,” kata Kholilurrahman.

Menurut dia, skema yang disiapkan adalah tukar guling tanah kas desa dengan lahan pengganti sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ia meminta pemerintah desa turut membantu proses administrasinya.

“Kepada kepala desa kami mohon dibantu prosesnya. Insya Allah tanah kas desa itu akan diganti dengan tanah yang lain sesuai mekanisme dan regulasi yang ada,” ujarnya.

Kholilurrahman berharap keberadaan IBS PKMKK terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang melahirkan generasi berakhlak, sekaligus memiliki bekal ilmu pengetahuan.

“Kami berharap barokah para masyayikh terus mengalir dan IBS PKMKK semakin berkembang, sehingga melahirkan generasi yang memiliki ilmu dunia dan akhirat, serta ahlak yang mulia,” pungkasnya.

Exit mobile version