4 Guru Besar UIN Madura Dikukuhkan di Hari Pendidikan Nasional

Kehadiran guru besar akan menambah kualitas pendidikan akademik di kampus UIN Madura

Empat guru besar UIN Madura yang dikukuhkan bersamaan dengan Hardiknas 2026.

PAMEKASAN, MADURANET – Empat guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, dikukuhkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (1/5/2026). Pengukuhan dilaksanakan di Auditorium UIN Madura.

Keempat guru besar masing-masing; Prof. DR. Ahmad Muhlis, MA, guru besar dalam bidang sosiologi pendidikan Islam. Muhlis menulis karya dengan judul; Perundungan dan Resistensi sebagai Transformasi Nilai Pesantren: Refleksi Kritis atas Kepatuhan dan Kesadaran Kritis Santri Madura.

Prof. DR. Mohammad Ali Humaidy, M. Si, guru besar bidang sosiologi politik islam, dengan judul disertasi; Pesantren Sebagai Laboratorium Demokrasi dan Geneologis Politik Santri.

Prof. DR. Atiqullah, S. Ag, M. Pd, guru besar dalam bidang kepemimpinan, dengan judul disertasi, Pendidikan islam Kepemimpinan Profetik Berbasis Kearifan Lokal Madura: Integrasi Nilani Taneyan Lanjhang dalam Transformasi Pendidikan Islam.

Prof. DR. Rudy Hartono, S. ST, M.M, guru besar dalam bidang manajemen pemasaran. Penelitian yang diangkat Rudy berjudul; Omnichannel Sariah: Strategi Layanan dan Pemasaran Digital Perbankan Syariah.

Pengukuhan mereka berempat, dilakukan oleh Direktur Diktis Kementrian Agama Republik Indonesia, Prof. DR. Phil. Sahiron, M.A.

Pada awal tahun 2024 lalu, UIN Madura juga telah mengukuhkan lima guru besar. Mereka masing-masing Prof. Dr. Hj. Umi Supraptiningsih, S.H.,M.Hum, bidang ilmu hukum, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, S.H.,M.H, Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah, M.Hum, bidang ilmu hukum perdata Islam, Prof. Dr. H. Mohammad Hasan, M.Ag, bidang ilmu pendidikan agama Islam dan Prof. Dr. Zainal Abidin, M.E.I, bidang ilmu ekonomi Islam.

Rektor UIN Madura, Saiful Hadi mengatakan, seiring terus bertambahnya guru besar, membuka jalan terang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, peran mereka secara otomatis akan membawa perubahan akademik di Madura pada umumnya.

“Sumber daya manusia yang maju didukung dengan pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan juga ditentukan salah satunya dengan kehadiran guru besar dari berbagai latar belakang disiplin keilmuan yang sudah mereka geluti,” ungkap Saiful.

Exit mobile version