Longsor Susulan di Dusun Laok Gunung Sana Daya

Jalan utama dan jalur alternatif tertutup, 40 KK terdampak hingga anak sekolah harus digendong

Warga setempat melakukan gotong royong guna membuka akses darurat, Selasa (27/1/2026). (Dokumentasi warga setempat)

PAMEKASAN, MADURANET – Longsor susulan yang terjadi sejak Kamis (15/1/2026) membuat Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, hingga Selasa (27/1/2026) masih terisolasi. Akses jalan utama satu-satunya menuju dusun tersebut tertutup timbunan tanah dan kayu besar.

Hatim (44), warga setempat, mengatakan longsor susulan tersebut kembali menutup akses yang sebelumnya sempat dilakukan pembersihan.

“Kami sempat membuat jalan alternatif di sekitara longsor tersebut namun juga tertimbun long sejak kamis lalu,” ujar Hatim saat ditemui di lokasi gotong royong.

Ia menuturkan, pemerintah sempat datang meninjau lokasi sehari sebelumnya. Namun, kondisi medan yang berat membuat warga kembali berinisiatif membuka akses secara mandiri.

“Dan hari ini kami kembali melakukan kerja secara gotong royong bersama warga setempat,” katanya.

Menurut Hatim, seluruh aktivitas warga praktis terhenti karena tidak ada jalur keluar-masuk dusun.

“Aktifitas macet dikarenakan tidak ada akses,” ujarnya.

Dampak paling terasa dialami anak-anak sekolah. Mereka terpaksa digendong warga untuk bisa melewati jalur berbahaya.

“Kasian anak2 sekolah harus digendong untuk ke sekolah,” tutur Hatim.

Ia menyebut, pemerintah desa juga sudah turun langsung ke lokasi. Namun, warga kesulitan membersihkan jalan karena volume timbunan tanah sangat besar dan banyak batang kayu yang memerlukan alat berat.

“Warga kesulitan melakukan pembersihan jalan tapi karena timbunan tanah yang cukup banyak serta banyak kayu besar yang memerlukan mesin, warga jadi kesulitan. Faktor hujan juga menghambat gotong royong warga,” ujarnya.

Warga lain, Imamuddin, menambahkan bahwa dampak longsor kini semakin meluas.

“Dampak semakin melebar. Jalan alternatif yang sempat dibangunpun ikut tertimbun,” kata Imamuddin.

Ia juga menunjukkan kondisi jalan beraspal yang ikut terdampak, “terlihat dilokasi jalanan beraspal retak bergeser sehingga tak dapat dilewati,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Desa Sana Daya Uswatun Hasanah, mengatakan sebanyak 40 kepala keluarga (KK) terdampak. Aktivitas warga lumpuh, termasuk akses pendidikan yang semakin sulit dijangkau anak-anak sekolah.

Ia menambahkan, warga pun kembali turun tangan melakukan gotong royong membersihkan material longsor, meski upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.

Ia mengaku, pihak desa sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten soal hal ini,” ujarnya.

Hingga Senin sore, akses menuju Dusun Laok Gunung masih tertutup total. Dirinya berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membuka jalan dan mencegah isolasi berkepanjangan, terutama di tengah ancaman longsor susulan dan cuaca hujan.

Exit mobile version