PAMEKASAN, MADURANET — Kebakaran rumah terjadi di Dusun Budaggan 2, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (18/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menewaskan pemilik rumah, Subarno (86), yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar.
Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Jupriadi mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Hadari (55), menantu korban, saat keluar rumah untuk menuju kamar mandi.
“Saksi melihat percikan api dari atap kamar korban, kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan menghubungi kepala desa, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas,” ujar AKP Jupriadi, Minggu, (18/1/2026).
Tak lama berselang, api membesar dan melalap bagian atap kamar korban. Ia menjelaskan, warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB.
Setelah api padam, tambah AKP Jupriadi saksi masuk ke rumah melalui pintu belakang dapur. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi terbakar dan sudah meninggal dunia.
“Korban ditemukan dalam posisi membujur ke arah utara, di dekat pintu dapur, di samping kasurnya,” kata Jupriadi.
Ia menjelaskan, kamar korban berukuran sekitar 4 x 5 meter. Di dalam ruangan tersebut terdapat dua sak gabah, kasur, lemari perabotan, serta tempat salat. Posisi kamar bersebelahan dengan rumah saksi Muhammad P. Ubed.
Sekitar pukul 03.05 WIB, kepala desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta pembersihan area rumah yang terbakar. Petugas juga menghubungi pemadam kebakaran untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
”Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” jelas Kasi Humas Polres Pamekasan.
AKP Jupriadi menyampaikan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Pamekasan. Dugaan sementara, api dipicu puntung rokok atau korsleting listrik.
“Korban diketahui perokok berat. Dugaan awal mengarah ke puntung rokok, namun korsleting listrik juga masih kami dalami,” ujarnya.
Pihak keluarga, lanjut Jupriadi, menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban telah dimakamkan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Keluarga menyatakan menerima kejadian ini, dan korban sudah dimakamkan,” pungkasnya.
