Penonton Bergelimpangan di Konser Penyambutan Valen Pamekasan

Stadion overload, tim medis kewalahan menangani puluhan korban tumbang

Sejumlah relawan berusaha mengevakuasi penonton yang ambruk saat konser Valen, Kamis (1/1/2026).

PAMEKASAN, MADURANET — Konser penyambutan Achmad Valen Akbar, Runner-up Dangdut Academy (DA) 7 di Pamekasan yang digelar PT Bawang Mas Group diwarnai membludaknya jumlah penonton, Kamis (1/1/2026). Ribuan orang dari berbagai kabupaten di Madura memadati Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Konser gratis tersebut menyedot antusiasme besar masyarakat dari Pamekasan, Sampang, Bangkalan, hingga Sumenep. Kepadatan massa menyebabkan kondisi di dalam stadion tidak terkendali, bahkan sebagian penonton tidak dapat masuk karena kapasitas stadion telah terlampaui.

Akibat desak-desakan, cuaca panas, serta minimnya asupan makanan dan minuman, puluhan penonton dilaporkan pingsan dan harus mendapatkan perawatan medis di area belakang panggung.

Dita (25), penonton asal Sreseh, Kabupaten Sampang, mengaku terpaksa merelakan mimpinya melihat sang idola karena sempat kehilangan kesadaran di tengah kerumunan.

“Tadi ada di tempat penonton. Karena panas dan kekurangan air, saya tiba-tiba pusing,” ujar Dita.

Ia mengaku kecewa karena tidak bisa menyaksikan Valen secara langsung meski telah datang dari jauh.

Keluhan serupa juga disampaikan Yuyun (17), warga asal Panglegur, Kecamatan Tlanakan. Ia mengaku tidak sempat makan sejak pagi sebelum berangkat ke lokasi konser.

“Saya tidak makan karena berangkat dari pagi, juga kekurangan air. Lalu kepala pusing,” ujar remaja yang masih duduk di sekolah menengah tersebut.

Sejumlah penonton bahkan membutuhkan bantuan oksigen akibat kelelahan dan dehidrasi. Tim medis yang disiagakan di lokasi tampak kewalahan menangani banyaknya warga yang tumbang secara bersamaan.

Di sisi lain, pantauan di lapangan menunjukkan penonton laki-laki dan perempuan bercampur tanpa pembatas. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan 11 ketentuan hiburan yang ditetapkan MUI Pamekasan, yang salah satunya mengatur pemisahan penonton berdasarkan jenis kelamin.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya menstabilkan kondisi di dalam stadion serta memastikan penonton yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera ditangani.

Exit mobile version