PAMEKASAN, MADURANET – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Pamekasan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Pamekasan, Selasa (2/9/2025).
Aliansi ini terdiri dari GMNI, PMII, IMM, BEM Universitas Madura, dan BEM Universitas Islam Madura.
Aksi dipicu peristiwa tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, saat demonstrasi penurunan DPR RI di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, DPRD Pamekasan diminta merekomendasikan kepada pemerintah pusat agar segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Kedua, DPRD Pamekasan diminta menyampaikan rekomendasi agar tunjangan DPR RI tidak dinaikkan mengingat kondisi ekonomi negara sedang sulit.
Poin terakhir yang disampaikan, DPRD Pamekasan diminta mendorong agar proses hukum terhadap aparat yang diduga melakukan tindakan represif hingga menewaskan Affan Kurniawan dilakukan secara adil dan transparan.
Ketua DPRD Pamekasan, Ali Maskur, bersama Wakil Ketua Khairul Umam, Ismail, dan Moh Khomarul Wahyudi, menemui langsung para mahasiswa.
Dalam pertemuan itu, dewan menyatakan sepakat atas tiga tuntutan yang disampaikan.
“Karena aspirasi ini juga kami rasakan, maka tiga tuntutan ini kami sepakat,” ujar Ali Maskur.
Moh Khomarul Wahyudi menambahkan, DPRD turut mendoakan almarhum Affan Kurniawan. Doa dipimpin salah seorang pengemudi ojek online yang hadir dalam aksi.
“Saya rindu aspirasi dari bawah. Saya siap menyampaikan sampai pusat. DPRD akan membuka ruang aspirasi seluas-luasnya,” katanya.
Ismail, Wakil Ketua DPRD lainnya, menegaskan bahwa pihaknya siap menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
Aksi yang berlangsung di gerbang gedung DPRD itu dijaga ketat oleh aparat Polres Pamekasan. Selama aksi berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif.
Unjuk rasa ditutup dengan penandatanganan berkas tuntutan mahasiswa oleh pimpinan DPRD Pamekasan. Mahasiswa menyambut hal itu sebagai bentuk komitmen dewan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
