Tomas dan Warga Desa Waru Timur Menutup Lokasi Pendakian Gunung Waru

80 persen kegiatan pendakian mendekati kemaksiatan

Salah satu konten kreator memotret keindahan puncak gunung Waru, Desa Waru Timur. (Foto: Tiktok @baimferdiyan)

PAMEKASAN, MADURANET – Pendakian ke puncak gunung Waru atau akrab dikenal dengan nama Co’ Gunong Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan ditutup. Penutupan itu dilakukan oleh lapisan tokoh masyarakat sekitar puncak gunung Waru dan masyarakat sekitar puncak gunung Waru, pada Kamis (29/5/2025).

Informasi penutupan itu, disampaikan melalui rekaman video yang viral di beberapa media sosial, seperti Tiktok dan Reel di Facebook ataupun Instagram.

Dalam video tersebut, tampak beberapa tokoh berjumlah kurang lebih 20 orang, membacakan pernyataan penutupan. Isi pernyataan ada 3 hal.

Pertama, lapisan tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar puncak gunung Waru menyatakan bahwa puncak gunung Waru ditutup untuk umum. Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang memiliki agenda untuk mendaki ke puncak gunung Waru, diharapkan agar membatalkan agenda tersebut.

Kedua, 80 persen kegiatan mendaki puncak gunung Waru mendekati kemaksiatan. Ketiga, hilir mudik pendaki, telah meresahkan masyarakat sekitar. Bahkan, dikawatirkan merusak moral pemuda dan pemudi sekitar.

“Kita semua para tokoh masyarakat dan warga sekitar sepakat bahwa sementara gunung Waru ditutup untuk umum,” terang salah satu pimpinan yang membacakan surat pernyataan.

Spot puncak gunung Waru tersebut, diviralkan oleh pendaki di berbagai platform media sosial seperti Tiktok dan Facebook. Salah satunya di akun facbook Info Pamekasan dan akun Tiktok Afifur_rhman dan Baimferdiyan. Video yang diunggah, sudah disukai dan ditonton ribuan orang.

Exit mobile version