PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, meninjau destinasi Wisata Pantai Jumiang di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Rabu (15/04/2026). Pantai ini dikenal memiliki keindahan pasir putih yang membentang serta tebing karang yang eksotis.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Taufikurrachman, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Akmalul Firdaus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus Plt Kepala Dinas PUPR Supriyanto, Plt Kepala Bapperida Dodid Kirnadi, Kepala Satpol PP dan Damkar Yusuf Wibiseno, Kepala Dinas Perhubungan Ajib Abdullah, serta Camat Pademawu.
Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal revitalisasi wisata Pantai Jumiang. Pemerintah Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan paguyuban wisata Jumiang untuk menghidupkan kembali destinasi yang sempat terbengkalai tersebut.
Bupati Kholilurrahman menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rencana kerja sama antara paguyuban wisata dengan pemerintah desa dan Pemkab Pamekasan dalam pengelolaan Pantai Jumiang.
“Saya ingin menindaklanjuti kerja sama antara paguyuban wisata dengan pemerintah desa untuk mengelola Pantai Jumiang,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebelum anggaran dicairkan, pemerintah ingin memastikan keseriusan dan komitmen para pengelola. Tahapan yang akan dilakukan meliputi penandatanganan kerja sama, pembagian persentase pengelolaan antara pemerintah, desa, dan paguyuban, serta pembahasan kebutuhan perbaikan.
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan untuk melihat kesemangat dan keseriusan pengelola dan penggunaan anggaran tepat sasaran.
“Langkah ini untuk memastikan pengelola semangat dan serius, tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi juga mampu menempatkannya pada kebutuhan yang tepat,” tambahnya.
Mantan anggota DPR RI itu juga mengimbau para pengelola wisata agar menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah guna mendorong pengembangan sektor pariwisata.
“Oleh karena itu, saya berharap pengelola wisata dapat bekerja sama dengan Pemkab agar pengembangan wisata bisa berjalan bersama,” ujarnya.
Kondisi pantai Jumiang sendiri saat ini sangat butuh perbaikan, terutama akses jalan menuju pantai di bagian selatan. Jembatan kayu yang sudah dibangun beberapa tahun lalu, sudah lapuk dan membahayakan bagi pengunjung. Pengelola sementara melarang pengunjung untuk menggunakannya.
Yang paling memprihatinkan jembatan kayu di sisi timur. Kondisinya lebih memprihatinkan karena ditutup total untuk menghindari pengunjung menggunakannya.
