Siswa SDN 1 Pasanggar Muntah Usai Santap MBG Karena Kekenyangan

Pihak Puskesmas Pegantenan tidak menemukan gejala keracunan usai diperiksa kondisi kesehatan anaknya

Kepala sekolah SDN Pasanggar 1 bersama petugas SPPG Yayasan Al Bukhori di sekolah setempat.

PAMEKASAN, MADURANET — Setelah muncul laporan sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, muntah usai menyantap makanan MBG, klarifikasi resmi dari kepalan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Bukhari murtajih, Mohammad Habibullah akhirnya keluar.

Habibullah, menegaskan distribusi MBG dilakukan sesuai prosedur keamanan pangan. Ia bahkan menyebut, kasus muntah yang dialami siswa SDN 1 Pasanggar bukan karena keracunan, melainkan kekenyangan.

“Berdasarkan keterangan sekolah, siswa yang sempat muntah pulang seperti biasa tanpa keluhan. Itu karena kekenyangan, bukan keracunan,” kata Habibullah saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (19/9/2025).

Habibullah menambahkan, dapur MBG telah memenuhi standar keamanan pangan dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Makanan selalu dicek ahli gizi sebelum distribusi, dikemas dengan wadah khusus, dan dipastikan dalam kondisi baik serta layak konsumsi,” ujarnya.

Ahli gizi SPPG, Nesta Adji Pratama, memastikan bahwa menu MBG sudah disusun sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Menu terdiri dari nasi, sayuran, buah, dan lauk pauk dengan komposisi gizi seimbang.

“Setiap menu dihitung kandungan gizinya agar anak-anak benar-benar mendapat asupan sesuai kebutuhan,” katanya.

Kepala Puskesmas Pagantenan pun menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada siswa yang menunjukkan gejala keracunan.

“Semua dalam kondisi sehat setelah diperiksa anak yang bersangkutan dan tidak ada gejala keracunan,” pungkasnya.

Exit mobile version