PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan mencatat 50 kasus baru HIV pada Januari–Juli 2025. Temuan ini berasal dari 11.549 orang yang telah menjalani tes HIV selama semester pertama tahun ini. Data ini dinilai cukup tinggi, terlebih di Pamekasan yang dikenal sebagai kota santri.
Dalam Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten (Rakerkes) 2025 di Hotel Azana Style, Selasa (12/8/2025), dipaparkan kasus tersebut terdiri dari 27 laki-laki dan 23 perempuan.
Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin, menegaskan bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak perlu minder atau kehilangan semangat hidup.
“ODHA tetap bisa hidup normal, yang penting bersedia berobat teratur agar stamina terjaga, serta menjalani perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah infeksi sekunder,” jelas Saifudin.
Ia menambahkan, di Pamekasan sudah ada sejumlah Puskesmas dan rumah sakit yang siap melayani pengobatan HIV serta melakukan pengawasan dengan mengunjungi pasien secara berkala.
Saifudin juga mengingatkan bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penularannya bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia atau latar belakang.
“Masyarakat harus berperilaku sehat, tidak menggunakan jarum suntik secara tidak steril, menjaga pergaulan, dan menjauhi seks bebas serta perilaku menyimpang,” tegasnya.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi masyarakat unggul. Kalau masyarakat tidak sehat, maka kecerdasan dan produktivitas akan terganggu.
“Sehatkan dulu fisiknya, baru cerdaskan,” kata Kholilurrahman.
Rakerkes 2025 yang mengusung tema “Pamekasan Sehat: Kolaborasi dan Optimalisasi Layanan Kesehatan” membahas capaian program kesehatan, penguatan jejaring layanan, serta strategi penanganan setiap permasalahan kesehatan.
