Festival Drumband Dongkrak Ekonomi UMKM di Pamekasan

Selain membentuk disiplin dan karakter generasi muda, parade 36 regu drumband dinilai membuka ruang ekonomi bagi PKL dan pelaku UMKM.

Bupati Kabupaten Pamekasan Kholilurrahman didampingi Wabub setempat Sukriyanto, Sekretaris Daerah Taufikurrachman, serta Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail, melepas parade di Festival Drumband, Ahad (4/10/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyebut Festival Drumband dalam rangka Hari Jadi Pamekasan ke-496, tidak hanya jadi pertunjukan hiburan. Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda, serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kholilurrahman saat membuka sekaligus melepas parade Festival Drumband se-Kabupaten Pamekasan di Arek Lancor, Minggu (4/10/2026).

“Untuk itu, saya berharap agar parade drumband ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tontonan. Kegiatan ini memiliki esensi yang lebih penting,” kata Kholilurrahman.

Kholilurrahman juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan pembentukan karakter generasi muda. Perpaduan musik, baris-berbaris, dan gerakan dalam drumband, kata dia, dapat melatih kepatuhan terhadap aturan sekaligus membangun kepemimpinan dan semangat kebersamaan.

“Hikmah lainnya adalah menjadikan kegiatan drumband ini sebagai salah satu sarana pembentukan karakter pemuda-pemudi kita sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh dan terampil,” kata dia.

Menurutnya, drumband mengajarkan peserta untuk bekerja dalam satu irama, meski memainkan alat yang berbeda. Nilai tersebut relevan untuk membangun kemampuan bekerja sama, dan menghargai peran masing-masing.

“Melalui kegiatan drumband, kita dapat belajar arti pentingnya disiplin, kolaborasi, saling mengisi, serta kepatuhan pada satu komando,” ujarnya.

Selain aspek pembinaan generasi muda, Kholilurrahman menyoroti dampak lain yang muncul dari kegiatan yang menghadirkan kerumunan masyarakat tersebut, yakni perputaran ekonomi.

“Yang tak kalah pentingnya, kegiatan ini memiliki efek samping ekonomi yang cukup signifikan. Para PKL bisa berjualan dan para pedagang bisa berpartisipasi,” ujarnya.

Menurut Kholilurrahman, kegiatan publik semacam itu, perlu memberi ruang kepada pelaku usaha lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Ia berharap UMKM dapat mengambil manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama parade berlangsung.

“Para pedagang bisa berpartisipasi, di mana masyarakat, utamanya UMKM, diberikan ruang untuk mengambil manfaat yang maksimal dalam kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini,” katanya.

Kholilurrahman berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemeriahan peringatan Hari Jadi Pamekasan. Nilai disiplin, kebersamaan dan kepemimpinan yang diperoleh peserta diharapkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Terus perkuat kesatuan dan persatuan, serta perkuat pembangunan Pamekasan ke depan,” tegas Kholilurrahman.

Parade tersebut diikuti 36 regu dari berbagai jenjang, mulai tingkat SD, SMP, SMA atau sederajat hingga kategori umum. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga drumband di bawah KORMI Kabupaten Pamekasan.

Exit mobile version