PAMEKASAN, MADURANET – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan, Mariyatul Qibtiyah, mengajak santri dan kader perempuan berani menyuarakan kebenaran serta keadilan melalui kegiatan stand-up comedy, bertema ’Santri Berbicara’. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya, mendekatkan kembali program Fatayat dengan lingkungan pesantren.
Ketua PC Fatayat NU Pamekasan mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan organisasi Fatayat. Karena itu, ia ingin pesantren menjadi ruang utama dalam menjalankan program organisasi, sekaligus menyiapkan kader untuk melanjutkan kepemimpinan pada masa mendatang.
“Komitmen saya sebagai ketua, bagaimana Fatayat itu kembali ke pesantren dan pesantren menjadi wadah paling penting untuk menjalankan program-program PC Fatayat Pamekasan,” ujarnya.
Menurut dia, tema tersebut dipilih untuk membuka ruang, bagi santri dan kader Fatayat, menyampaikan gagasan mengenai persoalan sosial, demokrasi, dan kepemimpinan, terutama yang berkaitan dengan perempuan.
“Melalui acara stand-up comedy ini, harapan saya santri bisa ikut berbicara, untuk menegakkan keadilan di negara demokrasi ini, terutama dalam kepemimpinan perempuan,” katanya.
Salah satu tamu yang hadir adalah Ning Inayah. Ketua PC Fatayat NU Pamekasan mengatakan, kehadiran putri Bungsu Gus Dur merupakan bagian dari undangan yang ia sampaikan secara langsung.
“Diundang, memang diundang. Saya sendiri yang mengundang,” ujarnya.
Ketua PC Fatayat NU Pamekasan berharap Bawang Mas Group dapat mendukung kegiatan organisasi, khususnya program yang mendorong keberanian perempuan menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan hak-haknya.
“Harapan saya ke depan, Bawang Mas bisa mendukung acara-acara Fatayat, terutama yang berkaitan dengan menyuarakan kebenaran dan membela perempuan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Bawang Mas Group, Khairul Umam atau Haji Her, menyambut kehadiran para tamu dengan gaya humor khasnya. Ia mengaku grogi sekaligus menyebut dirinya sebagai penggemar berat Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Saya ini penggemar beratnya Gus Dur. Pecinya pecinya Gus Dur,” ujar Haji Her dalam sambutannya.
Haji Her, menampakkan sambutan hangat kepada Ning Inayah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam penuturannya, kehadiran putri Gus Dur itu, menjadi salah satu alasan dirinya datang ke acara itu.
“Ya. Ning Inayah adalah alasan saya hadir,” singkat Haji Her.
