• Terkini
  • Trending
  • Semua
Guru: Figur Pemersatu, Bukan Pemicu Ketimpangan

Guru: Figur Pemersatu, Bukan Pemicu Ketimpangan

11 bulan lalu

Pemkab Pamekasan Sebut TMMD Percepat Pembangunan Desa

2 jam lalu

Dinsos Pamekasan Optimalkan Pemutakhiran Data Bansos Lewat Desa dan Partisipasi Mandiri

8 jam lalu

TMMD ke-130 di Pamekasan Sasar Pembangunan Jalan hingga Bedah 10 Rumah Warga

10 jam lalu

DPO Kasus Dugaan Investasi Bodong di Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

1 hari lalu

UHC Prioritas di Pamekasan Kembali Aktif November 2026

1 hari lalu

Rivalitas Joki Sapi Karapan antara Guru dan Murid

1 hari lalu

Tak Mau Dimadu Melaju ke Final Karapan Sapi Piala Presiden 2026

2 hari lalu
AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

2 hari lalu
Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

2 hari lalu

Siswa MTs Kyai Mudrikah Pamekasan Pamerkan 18 Karya IPA dari Barang Bekas

2 hari lalu

48 Pasang Sapi di Pamekasan Berebut 6 Tiket Menuju Piala Presiden

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Janjikan Perbaikan Lapangan Karapan Sapi Asem Manis

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Oktober 13, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Daras

Guru: Figur Pemersatu, Bukan Pemicu Ketimpangan

Sejumlah fenomena empiris memperlihatkan bahwa, ketimpangan akses pendidikan antara siswa dari ekonomi kuat dan ekonomi lemah sering tercermin dalam perlakuan berbeda, ekspektasi guru, hingga kesempatan belajar yang tidak setara

oleh Taufiqur Rahman
26 November 2025
in Daras
12 1
0
Guru: Figur Pemersatu, Bukan Pemicu Ketimpangan
0
SHARES
130
VIEWS
Pendidikan selalu dipandang sebagai ruang sosial yang memiliki kekuatan besar dalam membentuk perjalanan hidup individu maupun arah peradaban bangsa.  Guru menjadi aktor sentral yang tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, nilai, dan arah mobilitas sosial peserta didik.
Namun, realitas kontemporer menunjukkan adanya paradoks, di satu sisi guru diposisikan sebagai pemersatu dan pemberi harapan, tetapi di sisi lain praktik tertentu dalam dunia pendidikan justru dapat memperkuat ketimpangan, diskriminasi, dan fragmentasi sosial.
Sejumlah fenomena empiris memperlihatkan bahwa, ketimpangan akses pendidikan antara siswa dari ekonomi kuat dan ekonomi lemah sering tercermin dalam perlakuan berbeda, ekspektasi guru, hingga kesempatan belajar yang tidak setara, Labeling atau pelabelan akademik, seperti “anak pintar” dan “anak lemah” sering menimbulkan hierarki sosial dalam kelas, memicu rasa rendah diri dan eksklusi psikologis, Bias sosial dan budaya, baik terkait status ekonomi, bahasa, maupun latar belakang keluarga, kadang memengaruhi cara guru memberikan perhatian atau penilaian, Kompetisi yang tidak sehat, seringkali diperkuat oleh kebijakan sekolah dan praktik pembelajaran, menyebabkan siswa bukan saling menguatkan, tetapi saling menjatuhkan.
Dalam konteks ini, guru berpotensi, disadari atau tidak, menjadi pemicu ketimpangan apabila peran dan pendekatannya lebih menonjolkan seleksi, diskriminasi halus (micro-inequality), atau orientasi prestasi sempit, dibandingkan penguatan solidaritas dan kesetaraan.
Guru idealnya, memberikan kesempatan belajar setara bagi setiap peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, menumbuhkan budaya empati, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman, demi terciptanya  keadilan sosial sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional.
Namun dalam praktiknya, tuntutan administratif, tekanan capaian akademik, hingga budaya ranking sering menjauhkan guru dari mandat etis tersebut. Alih-alih menjadi figur pemersatu, guru berpotensi memperkuat jurang prestasi dan status sosial antar siswa. Hal ini menciptakan ketegangan antara idealitas moral profesi guru dan realitas operasional pendidikan.
Sekolah akan menjadi alat reprodukdi ketimpangan, jika guru memperlakukan siswa berdasarkan status sosial atau kemampuan yang dianggap alami. Guru seharusnya berperan sebagai fasilitator kesetaraan yang sangat menentukan atmosfer inklusif di kelas, artinya setiap siswa memiliki potensi unik yang hanya berkembang jika mereka diperlakukan dengan penghargaan, penerimaan, dan dukungan emosional tanpa hierarki merendahkan.
Dengan demikian, posisi guru bukan sekadar pengajar, tetapi aktor sosial yang dapat memperkuat atau memutus rantai ketimpangan sosial. Ketika guru gagal menjalankan peran sebagai pemersatu, maka pendidikan kehilangan fungsi transformasinya dan berubah menjadi arena stratifikasi sosial.
Guru adalah pintu pertama dan utama menuju keadilan sosial. Ketika seorang guru memperlakukan semua murid dengan adil, memberi harapan pada yang lemah, dan membuka jalan bagi yang termarjinalkan, maka guru sedang membangun persatuan yang lebih kuat daripada seribu slogan kebangsaan. Pendidikan akan selalu menjadi jembatan, jika guru berdiri sebagai pemersatu.
Namun jika peran itu diabaikan, sekolah dapat berubah menjadi arena ketimpangan baru. Kini saatnya memastikan bahwa guru bukan hanya pilar pengetahuan, tetapi figur pemersatu, penjaga martabat, dan penggerak masa depan yang setara untuk semua anak bangsa.
Tags: etikaGuruHari GuruPasikologipendidikanPerguruan Tinggi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version