PAMEKASAN, MADURANET – Pasangan sapi Tak Mau Dimadu keluar sebagai juara pertama golongan atas, Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Pamekasan 2026 di Lapangan Kerapan Sapi Asam Manis, Kecamatan Pademawu, Minggu (11/10/2026).
Final golongan atas yang digelar sore hari itu, lansung melepas tiga pasangan sapi secara langsung ke lintasan. Meski cuaca panas dan debu beterbangan, penonton tetap bertahan di tepi arena untuk menyaksikan persaingan hingga akhir.
Ajang yang digelar oleh Paguyuban Karapan Sapi Keluarga Madura (Pakar Sakera), sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-469 tersebut, posisi pertama golongan atas diamankan oleh Tak Mau Dimadu yang ditempatkan di Pool A, sebagai peserta nomor satu dengan pemilik Gibran Alawi dari Galis.
Posisi kedua ditempati Anti Virus, dari Pool B milik H. Sugik Pegantenan, sedangkan Tampel Sakti 99 dari Pool B nomor 20 dengan pemilik H. Rozi dari Galis, berada di urutan ketiga.
Ketiga pasangan sapi itu merupakan bagian dari 48 pasang peserta yang mengikuti kompetisi dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan. Mereka bersaing memperebutkan enam tiket untuk berlaga di tingkat keresidenan, yakni ajang Gubeng atau Piala Presiden Karapan Sapi yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Ketua Paguyuban Karapan Sapi (Pakar Sakera) Kabupaten Pamekasan, Muhammad Fahrur Rozi atau Haji Rosi, mengatakan, jumlah peserta ditetapkan sebanyak 48 pasang berdasarkan kesepakatan para ketua Pakar Sakera se-Madura. Seleksi langsung digelar di tingkat kabupaten tanpa melalui tingkat kewedanan.
“Teman-teman Ketua Pakar Sakera se-Wilayah Madura sepakat tidak menyeleksi di tingkat kewedanan, langsung ke tingkat kabupaten,” kata Rosi.
Berdasarkan daftar peserta yang dirilis panitia, 48 pasang sapi dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni Pool A, Pool B, dan Pool C. Masing-masing pool berisi 16 pasang sapi dengan pemilik yang berasal dari sejumlah wilayah di Pamekasan.
Selain membawa pulang tiket ke tingkat keresidenan, para pemenang ini juga membawa pulang dua unit speda mitor dan enam sepeda listrik dari panitia.













