• Terkini
  • Trending
  • Semua
AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

3 jam lalu

Rivalitas Joki Sapi Karapan antara Guru dan Murid

11 menit lalu

Tak Mau Dimadu Melaju ke Final Karapan Sapi Piala Presiden 2026

2 jam lalu
Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

4 jam lalu

Siswa MTs Kyai Mudrikah Pamekasan Pamerkan 18 Karya IPA dari Barang Bekas

16 jam lalu

48 Pasang Sapi di Pamekasan Berebut 6 Tiket Menuju Piala Presiden

20 jam lalu

Bupati Pamekasan Janjikan Perbaikan Lapangan Karapan Sapi Asem Manis

20 jam lalu

Polisi Selidiki Pemilik Ekskavator Perusak Indomaret di Pamekasan

2 hari lalu

Setengah Abad Hasan Berjualan Topi di Sudut Arek Lancor

3 hari lalu

Polisi Pamekasan Mulai Selidiki Perusakan Indomaret di Palengaan

3 hari lalu

Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Berpeluang Naik

3 hari lalu

Advokad Sulaisi; Perusakan Indomaret di Pamekasan Pelanggaran Pidana

4 hari lalu

Pemkab Pamekasan Perkuat Pengawasan Vape dan NAPZA

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Oktober 12, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

oleh Taufiqur Rahman
12 Oktober 2026
in Budaya
10 0
0
AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

Pengurus AJP dan DKP, KNPI, saat menyampaikan agenda pekan budaya kepada Buapati Pamekasan di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Madura, akan mengadakan pagelaran seni dan budaya di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, mulai 25-31 Oktober 2026.

Tema kegiatan mengangkat sosok Pahlawan Nasional M. Tabrani untuk Indonesia. Tema ini sebagai penghormatan kepada M. Tabrani, putra asli Pamekasan, sebagai peletak sejarah penggunaan Bahasa Indonesia dalam ikrar Sumpah Pemuda, dalam Kongres Pemuda II pada tahun 1928.

Ketua AJP Khairul Umam menjelaskan, kebudayaan butuh penguatan secara terus menerus, terutama bagi anak-anak muda. Selain itu, perlu juga pengenalan tokoh pahlawan nasional M. Tabrani kepada masyarakat dan anak-anak muda.

“Generasi muda jangan sampai kehilangan budayanya sendiri dan nasionalismenya. M. Tabrani adalah tokoh dan pahlawan nasional sebagai tokoh budaya yang penting untuk dikenalkan,” kata Khairul Umam.

Kegiatan ini, imbuh mantan jurnalis Radar Madura ini, pada 28 Oktober 2026 atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, akan digelar Sarasehan Kebudayaan yang melibatkan sejumlah tokoh kebudayaan Madura.

Para tokoh tersebut akan menyampaikan testimoni dan pandangan mengenai kebudayaan Madura, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan dan keberlanjutan budaya lokal.

“Kebudayaan Madura bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari identitas masyarakat yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga kebudayaan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Kebudayaan harus dikenalkan dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kalau kita tidak mengenal dan merawatnya, suatu saat generasi berikutnya mungkin hanya akan mengenal kebudayaan Madura sebagai cerita dari masa lalu,” kata Khairul Umam.

Dia menilai, perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya dari luar tidak mungkin dihindari. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar budayanya.

“Anak-anak kita boleh mengikuti perkembangan zaman dan mengenal budaya dari mana pun. Tetapi mereka juga harus tahu siapa dirinya, dari mana asalnya, dan apa yang menjadi kekayaan budayanya,” ucap jurnalis dengan sapaan Irul ini.

Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Arief Wibisono mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari gagasan sederhana untuk membangun kepedulian terhadap kebudayaan Madura.

“Harapan kami bahwa meskipun ini ide kecil, tapi bagaimana suatu saat ini menjadi besar. Apalagi kalau wartawan, pengusaha, dan pemimpin satu pemahaman, mau peduli di dalam persoalan ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita terketuk,” katanya.

Menurut Arief, pembangunan daerah juga perlu menjaga keseimbangan antara seni, budaya, agama, dan olahraga. Dia berharap jargon Gerbang Salam atau Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami di Pamekasan dapat berjalan beriringan dengan penguatan seni dan budaya masyarakat.

“Mudah-mudahan jargon Gerbang Salam di Pamekasan terjadi keseimbangan yang terjaga antara seni, budaya, agama, dan olahraga,” demikian harapan pria yang biasa disapa Ayiek ini.

Kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ruang ibadah, hiburan, dan olahraga, tegas Arief, perlu diperhatikan. Namun, seluruhnya harus tetap memiliki akar pada identitas budaya masyarakat setempat.

“Yang terpenting semuanya mengakar pada entitas budaya kita,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut juga menempatkan keterlibatan anak-anak sebagai bagian penting dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesenian merupakan salah satu pintu untuk membangun karakter generasi muda.

“Berbagai kegiatan seni dan budaya yang kami gelar ini, karena kesenian ini bagi kami adalah ruhnya. Dalam beberapa kegiatan, kami juga melibatkan anak-anak sebagai peserta. Karena kami ingin menekankan pada pendidikan karakter, terutama bagi pelajar,” tutur Arief.

Dia menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik. Nilai-nilai budaya perlu menjadi bagian dari proses pendidikan sejak dasar.

“Jadi, kami ingin mendidik benar dulu, sebelum pintar. Jadi terbangun lewat kebudayaan, dari dasar, dan budaya ini harus berdasar,” pungkasnya.

Tags: AJPAliansi Jurnalis PamekasanDewan Kesenian PamekasanKebudayaanM. TabraniPahlawan NasionalSumpah Pemuda
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version