PAMEKASAN, MADURANET – Dua camat di Kabupaten Pamekasan memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran mereka, saat penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXII, di Taman Arek Lancor, Kamis (24/9/2026). Keduanya adalah Camat Galis; Syaifurrahman dan Camat Batumarmar; Nur Arifin.
Absennya dua camat tersebut, menjadi sorotan setelah Bupati Pamekasan memanggil satu per satu dari 13 Camat, sebelum menyampaikan sambutan dan arahan penutupan MTQ. Saat itu, 11 Camat berdiri mengenakan seragam batik yang diberikan panitia MTQ, saat diabsen Bupati. Dua camat tersebut absen.
Camat Galis, Syaifurrahman mengatakan, dirinya tidak menghadiri penutupan MTQ karena sedang sakit. Bahkan, hingga Senin (28/9/2026), dia masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Mohammad Noer Pamekasan.
“Saya tidak hadir karena udzur sakit. Sekarang masih opname di Rumah Sakit M. Noer Pamekasan,” kata Syaifurrahman saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon seluler, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, tugas untuk menghadiri kegiatan tersebut, telah didelegasikan kepada pejabat di bawahnya.
“Kegiatan sudah diwakilkan ke Kepala Seksi yang menangani,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Batumarmar; Nur Arifin memberikan alasan berbeda. Dia mengatakan, ketidakhadirannya karena bersamaan dengan agenda konsolidasi kegiatan Petik Laut.
Arifin juga menyebut, telah menyampaikan izin terkait ketidakhadirannya melalui Wakil Bupati Pamekasan dan ajudan.
“Kebetulan bersamaan dengan konsolidasi acara petik laut. Saya sudah pamit ke Wakil Bupati dan ajudannya,” kata Arifin.
Terkait sorotan mengenai kehadiran pejabat dalam agenda pemerintah daerah, ia mengatakan, dirinya memahami bahwa kehadiran dalam kegiatan pimpinan merupakan bagian dari tanggung jawab kedinasan.
Dia menilai, pemanggilan atau pengecekan kehadiran oleh Bupati, merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan aparatur.
“Jarak bukan masalah untuk kehadiran dalam setiap acara, karena itu bagian dari loyalitas terhadap kinerja dan pimpinan,” tegasya.
Ketua Panitia MTQ XXXII Pamekasan yang juga Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrachman, mengatakan, pembinaan yang dilakukan Bupati terhadap bawahannya merupakan hal yang wajar, terutama untuk meningkatkan kedisiplinan.
“Kalau Bupati melakukan pembinaan ke bawahan dalam rangka untuk meningkatkan kedisiplinan itu hal yang wajar dan biasa saja,” pungkas Taufik.













