PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman turun langsung, meninjau pembangunan jalan swadaya di Dusun Selatan, Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan tambahan tujuh drum aspal, dan bantuan uang tunai untuk mendukung gotong royong warga.
Jalan yang dibangun masyarakat sejak Sabtu (19/9/2026), memiliki panjang sekitar 900 meter hingga satu kilometer. Pekerjaan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga setempat.
Kholilurrahman mengatakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan tetap berupaya hadir membantu masyarakat meski kemampuan fiskal daerah terbatas akibat pemangkasan anggaran. Hingga kini, bantuan aspal yang disalurkan Pemkab untuk proyek tersebut mencapai 22 drum, terdiri dari 15 drum sebelumnya dan tambahan tujuh drum saat kunjungan.
“Saya datang ke sini untuk meninjau perbaikan jalan swadaya. Berharap, bantuan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin, agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kholilurrahman.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di desa-desa. Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya dialami Pamekasan, tetapi juga banyak daerah lain akibat berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Suami Kepala Desa Pegantenan, Ahmad Rudiyanto, yang datang mewakili dari pemerintah Desa, mengaku, kunjungan bupati menjadi penyemangat bagi warga, yang sejak awal membangun jalan tanpa mengandalkan program pemerintah. Ia menilai bantuan aspal dan kehadiran langsung bupati, menunjukkan dukungan nyata terhadap inisiatif masyarakat.
“Menunggu dari pemerintah sekarang sulit karena anggaran minus. Makanya masyarakat berinisiatif swadaya, dan Alhamdulillah Bupati datang langsung memberi bantuan,” kata Yanto.
Yanto berharap pola kolaborasi seperti itu dapat terus dilanjutkan. Menurut dia, apabila pemerintah belum mampu membiayai pembangunan secara penuh, bantuan material dan peralatan, akan sangat meringankan beban desa sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis gotong royong.













