PAMEKASAN, MADURANET – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional kembali mendapat pengakuan di tingkat regional.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Pemkab Pamekasan menerima penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 BKN.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Pamekasan, Saudi Rahman, di Surabaya, Senin (8/6/2026).
Menurut Saudi, penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas berbagai langkah strategis yang selama ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memperkuat manajemen ASN dan reformasi birokrasi.
Ia menjelaskan, sejumlah inovasi yang menjadi poin penting dalam penilaian BKN di antaranya penguatan implementasi sistem merit secara murni, penerapan manajemen talenta berbasis kompetensi, serta digitalisasi layanan administrasi kepegawaian yang terintegrasi.
“Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya ini diraih berkat komitmen penuh dan kerja keras jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun sistem tata kelola kepegawaian yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada penguatan mutu sumber daya aparatur,” kata Saudi Rahman, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Penghargaan itu merupakan hasil dari konsistensi pemerintah daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berbasis kompetensi dan kinerja.
Sistem merit yang diterapkan, lanjut Saudi, menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap proses pengelolaan ASN berjalan secara objektif berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan prestasi kerja.
Selain itu, Pemkab Pamekasan juga dinilai berhasil mengembangkan manajemen talenta yang memberikan ruang pengembangan karier ASN secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, digitalisasi layanan administrasi kepegawaian yang terus diperkuat turut menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan internal pemerintahan.
Saudi menilai penghargaan tersebut bukan sekadar capaian administratif, melainkan momentum untuk terus memperkuat kualitas birokrasi dan pelayanan publik.
“Capaian ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan produktivitas birokrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penghargaan yang diterima juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengelolaan ASN di masa mendatang.
“Sertifikat dan piala penghargaan ini merupakan pemacu semangat bagi kami semua untuk terus memperkokoh pilar-pilar pengelolaan ASN yang tidak hanya profesional, melainkan juga berintegritas tinggi,” katanya.
Ke depan, pihaknya berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi di bidang kepegawaian, termasuk memperkuat regulasi daerah dan sistem pengembangan kompetensi ASN sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
