PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, akan memanfaatkan pelaksanaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI tingkat Jawa Timur, sebagai momentum mempromosikan potensi wisata dan kuliner daerah.
Hal tersebut menyusul keputusan Kabupaten Pamekasan, yang ditunjuk sebagai tuan rumah dalam pagelaran peringatan HGN dan HUT PGRI Jatim 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (21/11/2026) itu, diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 guru dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Selain mengikuti Apel Akbar, para peserta akan diarahkan mengenal sejumlah destinasi wisata dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Pamekasan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan kesempatan tersebut harus dimanfaatkan, karena ribuan guru yang datang dapat menjadi bagian dari promosi Pamekasan kepada masyarakat di luar daerah.
“Kita ingin menyiapkan armada, menyiapkan odong-odong untuk transportasi menuju tempat wisata. Kemudian kita akan membuat selebaran terkait potensi wisata di Pamekasan,” kata Kholilurrahman, Selasa (6/10/2026).
Pemkab juga akan menyiapkan materi promosi yang memuat sejumlah destinasi unggulan. Kholilurrahman menyebut Puncak Ratu, Api Tak Kunjung Padam, serta kawasan Pantai Jumiang sebagai destinasi yang perlu ditampilkan.
Menurut dia, potensi wisata Pamekasan tidak kalah dengan daerah lain sehingga perlu dikemas dalam promosi yang sederhana dan mudah dibawa oleh para tamu. Pemkab juga meminta sejumlah destinasi diperbaiki sebelum kegiatan berlangsung.
“Tolong dicatat, kita mempunyai Puncak Ratu. Puncak Ratu itu tidak kalah dengan view-nya, tidak kalah dengan Pandaan,Malang,” ujar Kholilurrahman.
Selain wisata alam, Pemkab akan mengajak pelaku UMKM memanfaatkan kedatangan ribuan peserta tersebut. Pemkab berencana berkoordinasi dengan organisasi pengusaha, untuk membuka stan yang menjual makanan dan produk khas Pamekasan.
” Kita akan kirim surat ke HIPMI, memberikan kesempatan bagi UMKM untuk membuka stan di situ,” kata Kholilurrahman.
Promosi juga akan diperluas melalui kekayaan budaya lokal. Bupati menyebut batik Pamekasan, musik tong-tong, musik daul, hingga Sapi Sonok, berpeluang ditampilkan dalam kegiatan tersebut untuk menjadi daya tarik bagi peserta dari luar daerah.
Kholilurrahman juga mendorong Pemkab mulai menginventarisasi destinasi lain yang memiliki potensi tetapi belum banyak dikenal. Menurut dia, promosi tidak cukup hanya mengandalkan destinasi yang sudah populer.
“Jadi tempat-tempat lain silakan lebih dicari. Dicari, diajukan ke Pak Sekda,” katanya.
Dengan konsep itu, kedatangan guru se-Jawa Timur tidak hanya diposisikan sebagai agenda organisasi dan pendidikan. Para peserta diharapkan memiliki kesempatan untuk melihat langsung potensi Pamekasan sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Ketua PGRI Jawa Timur Djoko Adi Walujo dalam audiensi dengan Pemkab Pamekasan mengatakan, panitia memang ingin peserta memiliki waktu untuk menikmati Pamekasan. Karena itu, kegiatan sengaja dijadwalkan pada Sabtu agar rangkaian acara tidak hanya berhenti pada Apel Akbar.
“Kami berharap nanti para guru yang hadir di Pamekasan dari seluruh Jawa Timur ini bisa dengan leluasa menikmati Kota Pamekasan, menikmati tempat-tempat wisata di Pamekasan,” ujarnya.
Panitia memperkirakan sekitar 3.800 guru akan mendapat alokasi tempat duduk dari masing-masing kabupaten/kota, dengan tambahan peserta dari Pamekasan sebagai tuan rumah. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang hadir diperkirakan dapat mencapai sekitar 4.500 hingga 5.000 orang.
Untuk mendukung kunjungan tersebut, panitia juga meminta bantuan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta Diskominfo. Informasi mengenai lokasi wisata juga akan dibagikan kepada peserta.
