PAMEKASAN, MADURANET – Sebuah tiang listrik dilaporkan rubuh di Jalan Raya Bettet, tepatnya di kawasan Gentingan, Desa Bettet, Pamekasan, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (5/3/2026) itu menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Pamekasan.
Manajer ULP PLN Pamekasan, Muhammad Andrian, menjelaskan gangguan jaringan listrik dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi pada sore hingga malam hari.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, gangguan dipicu hujan deras disertai angin kencang. Banyak pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik sehingga sejumlah tiang jaringan terdampak,” kata Andrian, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut memengaruhi suplai listrik di beberapa wilayah karena jaringan terganggu akibat pohon yang menimpa kabel dan tiang listrik.
Andrian mengatakan, pihak PLN langsung menurunkan tim untuk melakukan penanganan di lokasi setelah menerima laporan gangguan.
Proses penanganan dimulai dari pengamanan lokasi, pembersihan pohon tumbang, hingga perbaikan jaringan dan tiang listrik yang terdampak.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak melakukan perbaikan dengan mengganti tiang listrik, agar sistem kelistrikan bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, akibat cuaca ekstrem tersebut terdapat sembilan suplai listrik dari gardu induk (GI) yang sempat terdampak.
Namun, setelah dilakukan perbaikan secara bertahap, seluruh suplai listrik pada sistem 20 kilovolt (kV) dilaporkan telah kembali normal.
“Alhamdulillah seluruh suplai sudah normal untuk sistem 20 kV,” kata Andrian.
Terkait kondisi tiang listrik yang roboh, Andrian menyebut PLN secara rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan jaringan listrik.
Ia menegaskan inspeksi terhadap aset jaringan seperti tiang listrik dilakukan setiap hari oleh petugas.
“Untuk inspeksi aset jaringan seperti tiang dan lainnya kami lakukan setiap hari,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui gangguan tetap dapat terjadi ketika cuaca ekstrem melanda suatu wilayah.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat gangguan listrik tersebut.
PLN mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan tiang listrik miring, kabel menjuntai, atau pohon yang berpotensi mengenai jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123 agar dapat segera ditangani petugas.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku aktivitas mereka terganggu akibat pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama.
Sahidi (29), warga Bangkes, Kecamatan Kadur, mengatakan listrik di wilayahnya padam sejak sore hingga waktu sahur.
Ia mengaku kesulitan ketika istrinya menyiapkan makanan sahur karena kondisi rumah gelap.
“Pas sahur lampu masih padam dari sore, jadi cukup menyulitkan,” kata Sahidi.
Keluhan serupa disampaikan Mohammad Basiruddin (38), warga Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu.
Menurut dia, listrik di wilayahnya baru menyala menjelang subuh.
“Lampu hidup hampir subuh, sekitar jam lima atau enam kurang sedikit. Aktivitas jadi terganggu, baterai HP juga sudah kritis,” ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang karena kondisi gelap membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
