PAMEKASAN, MADURANET – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan, mengembangkan Kurikulum Al-Muwahhid untuk memadukan teknologi modern, dengan nilai-nilai orisinal pesantren.
Kurikulum bertajuk Menyemai Tauhid, Merajut Peradaban itu, menempatkan tauhid sebagai landasan ilmu, teknologi sebagai sarana belajar, dan adab sebagai pedoman perilaku santri.
Direktur IBS PKMKK Achmad Muhlis mengatakan, kurikulum tersebut dirancang agar santri mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas pesantren.
“Kami ingin memadukan konsep modern tanpa menghilangkan orisinalitas nilai pesantren. Teknologi harus menjadi alat untuk mengembangkan pengetahuan, sementara tauhid dan adab tetap menjadi fondasinya,” kata Muhlis, Rabu (21/10/2026).
Muhlis menjelaskan, Kurikulum Al-Muwahhid diterapkan melalui konsep Sembilan Bintang, yang terdiri atas tujuh pilar utama dan dua pilar penopang.
Tujuh pilar utama, kata Muhlis, meliputi One Student One Laptop, One Hadith One Presentation, One Week Three Faṣal, One Week Three Themes, One Week Three Languages, One Activity One Paragraph, dan One Day One Ayat.
“Setiap pilar memiliki orientasi pembelajaran yang berbeda, mulai dari literasi digital, pemahaman hadis, penguasaan bahasa, hingga kebiasaan menulis. Kami ingin santri tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif mengolah dan mempresentasikan pengetahuan,” ujar Muhlis.
Ia menambahkan, dua pilar penopang, yakni One Chapter One Experiment dan One Term One Research One Publication, diarahkan untuk membangun kebiasaan bereksperimen, meneliti, dan memublikasikan hasil pemikiran.
”Melalui pendekatan tersebut, santri diharapkan terbiasa menguji gagasan dan menghasilkan karya ilmiah, bukan sekadar menghafal materi pelajaran,” ungkap Guru Besar UIN Madura tersebut.
Menurutnya, penguatan kemampuan akademik, juga perlu berjalan seiring dengan pembentukan tanggung jawab sosial, dan kepedulian lingkungan. Ia menilai, nilai tauhid dapat diwujudkan melalui perilaku menjaga lingkungan, mengurangi limbah, dan memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab.
“Pendidikan tidak cukup hanya membentuk santri yang menguasai ilmu. Mereka juga harus memiliki adab dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat,” tuturnya.
Direktur IBS PKMKK tersebut menyebut, perkembangan kecerdasan buatan dan derasnya arus informasi, membuat santri perlu memiliki literasi digital, yang disertai kemampuan memverifikasi informasi, serta memahami dampak penggunaan teknologi.
”Melalui Kurikulum Al-Muwahhid, IBS PKMKK berharap, santri mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam, berakhlak, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.
